Takut… Kepribadian Diri -Renungan

Setelah mendengar curhat kawanku (lihat topik “Takut… Kepribadian Diri -Dua cerita”), saya menjadi berpikir-pikir tentang rasa takut. Sesungguhnya apakah ada manfaat menguntungkan dari rasa takut itu? Mengapa rasa takut itu ada?

Dengan menyampingkan manfaat takut kepada Allah, barangkali takut itu ada untuk melindungi diri. Saya takut dengan ketinggian, maka saya berusaha untuk tidak melihat ke bawah saat sedang di lantai tiga. Saya takut menyakiti orang lain, maka saya berusaha sebaik-baiknya menjaga mulut dan lidahku agar tidak menyakiti orang lain.

Barangkali takut itu berguna untuk kemajuan diri kita. Beberapa waktu lalu, saat itu saya mengambil mata kuliah pkl dan seminar sekaligus. Dimana direncanakan pkl selesai 3 bulan ternyata molor hingga 6 bulan. Padahal sudah mencapai akhir semester. Karena takut tidak lulus pkl, maka saya menggunakan sks (sistem kebut seminggu) akhirnya pkl kelar juga.

Untuk mata kuliah seminar, dimana saya mesti presentasi hasil pkl.Tetapi karena pkl masih belum beres, otomatis laporannya juga belum selesai. Akhirnya pkl sudah selesai tetapi presentasi seminar mulai dua hari kedepan. Karena takut tidak lulus seminar, saya menggunakan skd (sistem kebut dua hari). Akhirnya lulus dengan nilai A.

Adakalanya rasa takut memunculkan efek negatif. Rasa takut membuat kita tidak maju. Saat ada peluang usaha yang menguntungkan tetapi memiliki resiko tinggi, akhirnya diputuskan tidak mengambil peluang itu karena takut rugi. Rasa takut membuat kita tertutup. Takut menghadapi orang-orang yang memiliki reaksi beragam tentang dirinya, sehingga lebih suka menyembunyikan dirinya di rumah.

Lalu bagaimana memanajemen rasa takut? Barangkali kadar rasa takut digunakan secukupnya. Tidak lebih maupun kurang. Kalau lebih, maka akan timbul rasa depresi/stress kalau sudah akut bisa berakhir bunuh diri. Kalau kurang, maka akan bosan, tidak ada inovasi, sensasi, kalau berlebihan maka ada kecenderungan menjadi sombong. Dengan mencukupi kadar rasa takut, akan kita akan bisa mensyukuri betapa nikmatnya kehidupan.

Setelah melalui segala macam rasa takut, kita pasti akan merasa lega. Bahkan mungkin diiringi dengan tawa gembira karena telah menaklukan rasa takut. Barangkali itulah mengapa rasa takut itu ada bahkan diperlukan untuk melalui kehidupan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: