Ikan Tertuaku Matiii!!! Hu…hu… hik…

Hallo lagi, kali ini saya mo nyampein kabar terburuk dari yang buruk. Ikan-ikan ku yang kusayangi mati. Matinya kenapa? Kena kesetrum listrik. Ternyata stop kontaknya nyemplung ke dalam air. Mungkin disenggol ma kucing atawa tikus. Yang mati itu ga tanggung-tanggung. Ikan koi dua ekor, dan ikan catfish 2 ekor lagi!
Yaa ampuun! Astaghfirullah… inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Mana ikan catfishku itu semuanya dipelihara sejak saya TK…. jadi sekitar 20 tahun…. sediih banget.. Ga kebayang deh. Tapi itulah yang terjadi. Belum lagi ikan koi yang mati itu sebenarnya salah satu ikan favoritku. Jadi deh…. lengkap sudah penderitaan dan kesedihanku.
Yang saya bingungin ini ikan mati mo diapakan? Mo dikubur ato dimasak? Klo dalam hati saya dari dulu saya ga mau makan ikan yang dipelihara.. tapi melihat ukurannya itu ga tanggung-tanggung. Ikan koi sebesar setengah tangan dan ikan catfish sebesar satu tangan. Catfish gemuk sebesar paha manusia dewasa. Nah klo dikubur, mau dikubur kemana? Kuburan TPU??? Yang bener azza. Akhirnya dengan berat hati dimasak saja, itu yang terbaik. Itung-itung dapat rezeki…
Ohya jadi hal ini mengingatkan saya kembali… bahwa dimana ada musibah selalu ada rahmat dan hikmah dibaliknya. Seperti peristiwa tsunami Aceh, dimana sebelum terjadi, Aceh dalam konflik berkepanjangan, sekarang Aceh sudah damai (mudah-mudahan damai selama-lamanya, Amiin). Terus juga saat peristiwa bapak ibuku yang wafat, setelah meninggalkan dunia ini, kami justru diberikan kebaikan yang lebih besar daripada sebelumnya… seperti salah satunya rezeki menjadi lebih banyak daripada sebelumnya juga rasa persaudaraan menjadi lebih erat daripada sebelumnya. Nah pada kasus ini dimana hilangnya nyawa ikan kesayangan bapakku dan saya sendiri, justru diberikan rahmat dan rezeki oleh Allah yaitu daging ikannya yang besar-besar dan enak.
Kalau mau jujur, sesungguhnya beberapa bulan yang lalu saya pernah berdoa kepada Allah untuk memberikan makanan yang bergizi tetapi murah dengan demikian tidak mengalami apa yang dinamakan kekurangan gizi. Ternyata Allah menjawab doaku dengan terjadinya peristiwa ini. Gratis lagi (ehm… sebenarnya gak juga sih… dibayar dengan umurnya). Siapa sangka… jawaban selalu datang di arah yang tidak terduga-duga. Klo dipikir-pikir, waktu bapak dan ibu masih ada…. saya dahulu pernah berdoa agar diberikan rezeki yang banyak dan rasa persaudaraan antara saudara-saudara kandungku menjadi lebih erat. Ternyata baru dikabulkan pada saat terjadi wafatnya bapak dan ibuku.
Sungguh Allah memang suka memberikan kejutan kepada hamba-hamba-Nya. Allah maha Pengasih lagi maha Penyayang. Allah memang tahu apa yang saya sukai yaitu kejutan. Saya memang suka yang namanya kejutan. Soalnya yang namanya kejutan itu pastinya selalu sesuatu yang tidak terduga. Jujur deh en ga ada maksud sombong, saya itu suka menduga-duga segala sesuatu, yang uniknya hampir sebagian besar dugaannya mendekati kebenaran. Makanya saya kadang bosan juga karena kayak udah tahu aja gitu. Nah klo ternyata ga sesuai dugaan, nah itu yang saya sukai.
Fuuh… dah perginya Bleki kurang dari sebulan yang lalu sekarang empat ekor ikan sekalian pergi. Oh…. no. Baru saja tadi sebelum saya mengetik, ikan kometku mati lagi…. karena sakit borok darah. Ikan komet ini telah dipelihara sejak saya menempati rumah baru yaitu tahun 2000. Ikan komet ini adalah salah satu yang terakhir dari sekian ikan kolam pertama yang menghuni rumah baru. Kini yang tersisa dari masa lalu satu-satunya ikan sapu-sapu yang umurnya sekitar 18 tahun.
Bleki yang berumur 10 tahun, Catfishes berumur 20 tahun, ikan Komet 8 tahun. Now it all has gone away…. Sekarang yang tersisa adalah ikan dan kucing yang berumur muda. Mengapa yang tua-tua pergi??
Well itulah takdir… seperti ikan catfish dan koi tadi, siapa yang bisa mengira klo mereka semalam sebelumnya masih berenang dengan ceria dan cool, yang saat ditemui pagi harinya sudah meregang nyawa gara-gara kesetrum listrik yang nyemplung ke kolam? Padahal selama ini stop kontak belum pernah nyemplung en posisinya juga termasuk kokoh. Tapi itulah yang terjadi. Apabila takdir menetapkan demikian maka terjadilah.
Tapi saya mendapatkan salah satu hikmah yaitu berupa ilmu. Well, dahulu saya berpikir klo misal listrik masuk ke air, maka semua yang ada di air akan kesetrum. Tapi sejak kejadian ini, ternyata ga semuanya kesetrum. Hanya yang di dekat sumber listrik yang terkena. Itu menjawab mengapa ikan-ikan koi dan komet serta sapu-sapu yang tersisa tidak terkena setrum. Posisi mereka semuanya pada sisi yang jauh dari sumber… Alhamdulillah mereka selamat…. Lagipula saat saya masuk ke air di posisi yang jauh ga kerasa setrumnya, pas mo mendekat baru kerasa setrumnya…. untung alhamdulillah saya ga langsung ke sumbernya klo ga saya ga tahu apa yang terjadi deh… … …. …. …. …
Oh well, tambah satu lagi kesedihanku. Masih banyak persoalan-persoalan yang belum diselesaikan eh muncul kejadian ini. Well, semoga Allah, Tuhan pencipta langit dan bumi serta penguasa jagat raya ini tetap bersama hamba-Mu ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: