Pengamatan… hikmahnya

Salah satu hal yang kusukai adalah mengamati hal-hal menarik yang diantaranya adalah:
1. Mengamati langit.
Dengan mengamati langit siang, maka seolah-olah terdapat banyak kemungkinan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Luasnya langit biru membuat saya berpikir betapa kecilnya masalah yang dihadapi sekaligus mengingatkanku bahwa saya ini hanyalah sebesar atom bahkan lebih kecil daripada atom dihadapan Allah. Sungguh Maha Besar Tuhanku ini.

Yang paling saya sukai adalah mengamati langit malam. Sebab mengamatinya membuat saya berpikir dalam tentang segala hal khususnya tentang penciptaan Allah. Juga saya dapat melihat bintang dengan berbagai bentuk yang ada, bahkan kalau beruntung dapat melihat berbagai peristiwa langit yang terjadi seperti hujan meteor, komet, gerhana bulan, dan lain-lain.

Satu hal keinginan yang ingin dilakukan adalah ingin tidur diselimuti langit malam. Dulu pernah tidur berselimutkan langit malam di Bogor, cuman sayangnya saya ga bisa menikmatinya karena ada suatu gangguan.

2. Mengamati hujan turun.
Hal yang paling saya sukai dari segala pengamatan yang ada adalah mengamati hujan deras di malam hari. Sebab mengamatinya di hari itu benar-benar membuat saya merasa tenang. Mendengar suara angin dan rintikan hujan di malam hari sungguh memberikan suatu irama musik yang tidak teratur namun bersuara indah, bahkan lebih indah daripada musik orkestra sekalipun bahkan walaupun diiringi suara tenor sopran apalagi penyanyi.

Mengamati hujan deras di malam hari terlebih-lebih diiringi gemuruh petir yang menyahut-nyahut apalagi disertai kilatan blitz menerangi malam sesaat, benar-benar membuatku merasa hening disertai ketakutan akan kebesaran Allah Maha Besar sekaligus membuatku banyak berdoa, Alhamdulillah (berarti saya bersyukur tidak tersambar petir), Subhanallah (berarti saya mengagumi tentang petir yang diciptakan Allah), Astaghfirullah (berarti saya memohon ampun agar Allah tidak menyambar saya dengan petir). Berarti juga merupakan ladang amalan untuk berzikir, mengingat Allah.

Walaupun saya menyukai hujan turun deras di malam hari, bukan berarti saya tidak menyukai hujan di siang hari terlebih-lebih kalau itu hujan deras saya pasti tidak akan melewatkannya. Bahkan di saat saya sedang mengerjakan sesuatu, saya segera meninggalkan kerjaan itu demi mengamati hujan itu.

Mungkin bagi orang lain hujan itu membawa bencana terlebih-lebih bila disertai petir, orang lain menutup kuping lantas mengkeraskan tivi, atau musik audio yang dia dengar. Namun bagi saya hujan itu merupakan simbolisasi suatu pembersihan total habis-habisan daun-daun, atap rumah, udara, segala perabotan fasilitas umum yang tertutup debu-debu lagi kotor. Pembersihannya akan sangat terasa pada saat hujan deras. Simbolisasi pembersihan ini gambaran dari pembersihan hati dari segala kekotoran baik berupa dosa, kesedihan, patah hati, atau kehinaan.

Pernah di kala saya sedih, saya berjalan di kala hujan tidak memakai payung pun jas hujan. Anehnya saat saya sampai di rumah, kesedihan saya seolah-olah dicuci oleh hujan. Pernah juga saat saya sedang marah, saya malah melakukan hujan-hujanan sambil melakukan teknik bela diri sendirian. Padahal saat itu hujan deras disertai petir bersahut-sahutan. Tapi setelah hujan reda, anehnya saya kembali lega.

Cuma sayangnya, hal itu dilakukan pada saat masa sekolah. Pada masa kini hal itu belum dapat saya lakukan. Sebab di saat hujan turun, saya sedang membawa buku, data, berkas, peralatan yang rentan rusak terkena air (pernah bawa Hard Disk lo). Pun saat berdiam diri di rumah, di saat hujan turun saya tidak hujan-hujanan, sebab saya tidak ingin membuat khawatir orang-orang di rumah. Biarlah nanti kalau sudah memuncak emosinya, barulah saya melakukan “pembersihan” dengan cara hujan-hujanan.

3. Mengamati akuarium tanaman air
Mengamati tanaman air dan para penghuni akuariumĀ  sungguh menyenangkan. Mengamatinya membuat stress yang ada menjadi menguap. Sekaligus juga mengagumi salah satu kebesaran ciptaan Allah Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi.
Mengamati ikan-ikan yang berinteraksi dengan sesamanya maupun berbeda jenisnya sungguh menarik, sekaligus juga mengambil pelajaran dari ikan-ikan itu. Kendati terlihat menyakiti tetapi itu dilakukan hanya untuk bermain, kendati terlihat berkejar-kejaran tetapi itu dilakukan hanya untuk menyemangati ikan yang dikejar, kendati terlihat menyerang tetapi itu dilakukan untuk memberanikan ikan pemalu. Benar-benar menarik.

Mengamati tumbuhan air tumbuh juga merupakan hal asyik. Saat melihat tanaman yang semula tidak akan bisa tumbuh di akuarium ternyata dapat tumbuh juga. Saat melihat tanaman tumbuh yang menjadi berbeda bentuknya bila dibandingkan pada saat awal ditanam. Sungguh betapa hebatnya tanaman air itu, mampu bertahan dalam berbagai kondisi yang berbeda-beda. Bahkan sampai dapat menyesuaikan dirinya menurut kondisi tersebut dengan cara mengubah fisik tanaman.

Hal-hal itu seringkali membuatku takjub betapa ajaibnya ciptaan Allah Yang Maha Indah. Sekaligus juga membuatku ingin tahu banyak mengenai tanaman air. Bagaimanakah struktur tumbuhannya? Bagaimanakah dia dapat makanan dan CO2 di alam? Apakah tanaman air dapat tumbuh di darat? Apakah tanaman darat dapat pula tumbuh di dalam air? Dan seterusnya… dan seterusnya… tak habis-habis. Satu pertanyaan dijawab, muncul pertanyaan baru lagi.

Jadi pertanyaan juga, gimana kalau seandainya saya berada di jurusan Pemuliaan Tanaman, apakah nantinya saya jadi banyak nanya tentang tanaman kepada para dosen-dosen? Well, siapa yang tahu?

4. Mengamati polah tingkah laku hewan dan tumbuhan darat
Mengamati kucing yang manja bahkan saat tidur pun menggemaskan, mengamati kelinci yang menyambutku saat saya datang menghampiri, mengamati ikan koi tenang yang berubah menjadi hiruk pikuk saat diberi makan, mengamati burung yang menendang-nendang marah di kandang saat kucing datang menghampiri, mengamati cicak yang datang minta makan dan cara makannya saat disodori nasi, mengamati cara berjalan dan berenangnyanya kelabang, mengamati capung yang sedang makan lebah. Sungguh membuatku bersyukur kepada Allah, bahwa saya diberi kesempatan untuk melihat segala polah tingkah laku ciptaan-Nya.

Mengamati mawar yang berbunga indah, mengamati anggrek tumbuh tunas maupun berbunga, mengamati tanaman yang tumbuh dari biji sehingga berbuah, mengamati tanaman yang terkena hama berangsur-angsur sembuh tanpa perlakuan, mengamati gloxinia yang setelah berbunga mati kemudian hidup kembali, mengamati tanaman tumbuh setelah diperbanyak dengan cara setek batang daun akar bahkan pelepahnya, mengamati tanaman yang tiba-tiba tumbuh setelah diterpa berbagai macam perusakan oleh hama. Sungguh membuatku meyakini bahwa Hari Kebangkitan itu pasti akan terjadi.

5. Mengamati perilaku manusia-manusia
Mengamati dua remaja putri yang membahas tentang surat cinta yang diterimanya (ciee… ehm klo mo rahasiaan jangan di metromini dong, bisa kedengeran lo… pake keras-keras segala), mengamati para pegawai kantoran yang berbicara tentang pekerjaannya (duh.. pengen kerja..), mengamati anak dan ibu membahas tentang jalan-jalan dan belanjaan mereka (wah… asik bener jalan-jalannya), mengamati sopir mobil yang marah-marah kepada pengemudi motor (aduh…). Mengamati mereka semua sungguh menarik, terkadang ada hal yang dapat diambil pelajaran dari mereka-mereka.

Tidak cuma mengamati, kadang terlibat juga dialami. Seperti seorang nenek yang berkata kepada saya bahwa dia hendak menemui anak dan cucunya di Joglo sendirian (hati-hati ya Nek, semoga selamat), wanita yang marah-marah hanya karena dilihat mukanya (oh.. GR kali..), seorang pegawai kantoran yang bertanya naik apakah yang dapat membawanya ke halte busway (naik aja metromini 70 sampe deh ke haltenya), seorang ibu yang marah-marah pada saya setelah mengetahui saya anak bungsu lantaran menantunya adalah anak bungsu yang manja-manja (aduh, Bu.. jangan bawa-bawain saya dong ke masalah ibu), remaja yang bertanya hendak kemanakah saya ini (ke anu.. re eves), seseorang yang berpakaian kumal berbincang-bincang dengan saya (terima kasih atas nasehatnya pak), tetangga yang membahas politik di Indonesia (duh, pusing pak… gimana caranya supaya beres), pemudik yang bercerita tentang mudiknya naik motor (wah asyik banget pak, tapi… kok pulangnya naik metromini bukan motor??).

Dari keterlibatan dengan mereka semua, terkadang ada hal yang menyenangkan juga hal yang menyebalkan sekaligus menjengkelkan, namun mereka semua memberikan saya pelajaran berharga. Tentang kebijaksanaan, sikap dan perilaku yang dianggap sopan, tentang bagaimana saya harus bersikap, dan lain-lainnya. Ternyata di balik pengamatan manusia-manusia itu terdapat ilmu-ilmu yang bisa dipelajari…

2 Komentar (+add yours?)

  1. kertaspasir
    Jan 09, 2011 @ 13:38:05

    haha…ternyata tukang ngintilin juga, enak kan jadi observer

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: