Stress… Kemudian Menikmati Hidup

Fuh… hari-hari terakhir 2007 ini diwarnai stress.

Pertama, saya habis-habisan kerjain skripsi,,  baik laporannya maupun programnya. Alhamdulillah laporan dikit lagi jadi; tinggal sedikit finishing aja. Namun program… masih banyak error disana-sini.. sampe stress juga dimana coding yang bener.

Kedua, saking kerjain habis-habisan… saya ditegor ma kakakku… “Selama dua hari ini kamu kok ga bantu-bantuin seh!”. Rupa-rupanya karena stress mikir gimana solusinya eh.. malah menelantarkan beberapa tugas harian yang mesti dijalanin,, akhirnya malah repotin kakak juga.. Maafkan adikmu ini ya Kak…

Ketiga, makin banyak tekanan baik dari kiri, kanan, atas, bawah, depan, belakang, miring, lurus, dst. dst-nya. Yah..semisal melihat teman satu seperguruan sudah pada beres, kok aku belum.. juga didesak-desak ma om-omku dan juga ma sodara-sodara agar skripsinya beres. Duh… yang menyedihkan bagiku adalah beberapa kawan meninggalkan saya. Dalam arti tali silahturahmi terputus. Saya merasa bahwa saya ini sampah dimatanya.

Akhirnya saya pasrah saja dengan hasil. Ikhlas dengan hasil. Apapun yang terjadi saya akan menerimanya lapang hati. Tergantung kepada kehendak Allah. Hanya Dialah yang menetapkan hasil, sementara manusia cuma bisa berusaha.

Setelah menetapkan pemikiran begitu, entah kenapa saya bisa merasa relaks. Bisa menikmati hidup. Walaupun banyak halangan ato hambatan, namun semuanya terasa mengalir begitu saja.

Barangkali semua proses-proses yg kualami ini merupakan kebaikan untukku juga. Saya jadi bisa melihat mana teman yg sebenarnya maupun yang bukan. Saya jadi bisa menguasai bahasa pemrograman. Saya jadi bisa memahami cara kerja analis dan programmer. Saya jadi mengerti bahwa semuanya yang mendesak skripsi selesai itu sebenarnya tanda sayang kepada saya sendiri. Dll.

Hm… terasa enak sekali bisa menikmati hidup. Malahan saya menganggap semuanya itu adalah tantangan. Bukan bermaksud sombong sih. Tapi memang itu yang kualami.

Seperti dalam coding program. Saat tidak mengetahui bagaimana caranya memvalidasi form dengan segala macam peraturan. Saat waktu berjalan, saya satu persatu dapat melakukan pemecahan masalah sehingga akhirnya bisa memvalidasi form dengan benar. Jadi terasa bangga gitu deh. Sehingga terasa impas stressnya. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

Karena itulah saya bilang, “Stress… setress… seteress… seteross… stereo” dan “Pusing… poesing… phoesink… phoesiks… phoenix”.

Dari stress menjadi stereo, artinya bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian. Dari pusing menjadi phoenix, artinya setiap kesulitan ada kemudahan.

Fuh… semoga programnya cepat kelar dan bisa mengikuti sidang pada tahun depan… amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: