Cerita Kehidupan Kupu-kupu

==============================================

Alkisah di suatu tempat dan suatu waktu. Sepasang induk Kupu-kupu Harapan telah memutuskan untuk menaruh telurnya ke kebun asing, penuh dengan
harapan agar telurnya kelak akan menjadi kupu-kupu yang indah dan bermanfaat bagi semuanya.

Fase Telur

========

Muncul sebutir telur, yang tidak diberi pengetahuan pun tidak diberi bekal.

  • Menjejak ke kebun dengan harapan baru akan suatu perubahan yang besar-besaran dalam dirinya.

  • Bertemu dan mengenal dengan telur-telur yang berbeda-beda, hal-hal baru, dan sesuatu yang baru.

  • Mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

  • Kemudian merasakan suatu getaran perubahan yang belum pernah dirasakan sebelumnya saat bertemu sebuah telur.

Fase Ulat

=======

Keluarlah ulat dari sebutir telur itu, yang lapar akan daun-daun segar yang melimpah ruah disekitarnya.

  • Setelah masa pengenalan lingkungan, mulailah ia memakan daun-daun ilmu yang disediakan di kebun.

  • Satu demi satu kejadian terjadi yang salah satunya justru mempererat ikatan persahabatan antara sesama ulat.

  • Kemudian suatu kejadian yang membuatnya telah berganti kulit, dengan harapan baru untuk menyongsong hari esok dengan lebih baik.

  • Namun datang suatu kejadian besar yang mengguncangkan hati dan pikirannya, kedua induknya telah pergi jauh meninggalkannya tak terkejar.

  • Tinggallah ia dalam suatu masa, dimana dia merasa kehilangan minat dengan semua hal yang ia geluti bahkan tak bernafsu untuk memakan daun-daun ilmu.

  • Sampai pada suatu waktu, dia berada di titik persimpangan jalan dimana dia harus memilih salah satu jalan…

  • Sampai akhirnya ia bertemu dengan kepompong lain yang sedang aktif, membuatnya kembali bersemangat seperti sebelumnya, sehingga ia berganti kulit kembali dengan semangat baru.

  • Namun ada satu hal yang mulai membingungkannya, sesuatu yang tak ia mengerti sampai pada suatu ketika.

  • Kendati demikian, semangat baru itu kemudian meluntur… sehingga waktunya telah tiba.

Fase Kepompong

=============

Kemudian tiba waktunya untuk tidur panjang demi mengubah diri. Dia pun memilih aktif bergerak menuju perubahan dirinya, namun ia tidak menemukan jalannya.

  • Sehingga ia pun memutuskan untuk mengganti jalannya tapi gagal sehingga ia memutuskan untuk berhenti bergerak.

  • Ia merasa berada dalam titik nadir dalam hidupnya, merasa hancur-hancuran.

  • Tak jelas hendak kemana ia harus bergerak, ia berlari.

  • Berlari sehingga kelelahan, akhirnya ia memutuskan untuk mencoba kembali aktif bergerak.

  • Alhamdulillah ia menemukan jalannya, kendati jalan itu tidak mulus ia tetap terus aktif bergerak.

  • Kemudian muncullah kejadian yang mengguncangkan hati dan pikirannya, yang membuat ia tersadar bahwa selama ini getaran yang ia rasakan sejak
    masa telur hingga kini itu adalah cinta.

  • Namun segalanya telah terlambat.. bukan… SUDAH sangat terlambat.. sehingga sebagian dirinya hilang.

  • Kemudian datanglah saudara induknya, Kupu-kupu Cahaya, yang menghiburnya dan menyemangatinya.. sehingga ia memutuskan ini adalah titik untuk
    terus bergerak aktif tiada berhenti sehingga bisa memenuhi harapan kedua induknya untuk menjadi kupu-kupu indah dan bermanfaat.

  • Ia berupaya mengumpulkan sisa-sisa dirinya yang hilang, dan akhirnya berhasil namun hal itu membawa sisi efek negatif yang ditakutinya, yaitu munculnya The Silent Man with No Smile yang menakutkan.

  • Sang Waktu dan Ingatan sudah menyegelnya sejak lama, namun karena pemulihan sisa-sisa dirinya segel sang Teror ini menjadi terbuka. Kini ia bangkit kembali untuk meneror dunianya sekali lagi.

  • Ia pun melawan dan bertempur sekeras tenaga dan upaya yang bisa dilakukannya, namun teror The Silent Man with No Smile tak mampu dihentikan, justru semakin hari semakin menakutkan dan menguat.

  • Tapi ditengah-tengah serangannya, datanglah hari yang telah ditunggu-tunggunya, hari Penentuan dimana ia ditentukan apakah layak untuk menjadi kupu-kupu muda.

  • Atas dukungan teman-temannya, saudara-saudara, dan sanak kerabatnya, akhirnya ia dinyatakan layak oleh sang Pemilik Kebun.

Fase Kupu-kupu Muda

===============

Muncullah kupu-kupu muda, yang masih lemah sayapnya, dan tubuhnya akibat tidur panjang.

  • Setelah keluar, ia menyadari bahwa ia masih belum mampu mewujudkan harapan kedua induknya.

  • Selain itu, ia masih harus bergelut dengan The Silent Man with No Smile yang masih belum bisa dikalahkan.

  • Muncullah pertolongan dari Pemilik sang Waktu dan Ingatan berupa pertemuan dengan Kupu-kupu Terlupakan, sisa-sisa masa lalu yang memiliki
    pengaruh dan terkait langsung terhadap sang teror.

  • Dari pertemuan itu, ia menyadari bahwa sang Waktu dan Ingatan ternyata telah menyembuhkan Kupu-kupu Terlupakan sehingga ada peluang untuk
    mengalahkan sang teror The Silent Man with No Smile.

  • Dengan segenap usahanya, akhirnya musuh terbesar dunianya telah berhasil dipatahkan dan diperlemahkan kekuatannya.

  • Namun akibat pertempuran itu ia kelelahan fisik dan batinnya, sehingga nyaris berada pada titik nadir.

  • Kemudian datang pertolongan dari Kepompong Emas seangkatannya, yang memberikan kekuatan dan semangat baru.

  • Bermodalkan itu, ia kembali memperoleh sebagian dirinya yang hilang dan juga bertemu dengan para kepompong yang lain dan juga para kupu-kupu yang baru, teman-teman satu tim dengan Kepompong Emas.

  • Akhirnya sayapnya telah menguat. Fisiknya sudah hampir sempurna. Tinggallah ia bersiap-siap untuk meninggalkan kebunnya, yang telah memberikannya daun-daun, dan kehidupannya.

Fase Kupu-kupu Dewasa

=================

Terbanglah ia setelah memperkuat sayapnya dan tubuhnya menuju dunia baru untuk memberikan manfaat dan inspirasi.

  • Pergilah ia menuju dunia baru, meninggalkan kebunnya dengan harapan dapat menjadi Kupu-kupu Indah yang memberikan manfaat dan inspirasi sesuai
    harapan kedua induknya.

  • Dan juga menemui para kupu-kupu yang dahulunya makan bareng-bareng semasa fase ulat khususnya sang cinta.

Demikianlah sebuah kisah tentang kupu-kupu. Dia masih akan terus terbang. Hingga sang Pemilik kupu-kupu itu memanggilnya.

The End
==============================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: