Gado-gado bumbu cerita

Orang itu mengambil bumbu-bumbu dan kacang. Kemudian mengulek-uleknya sampai halus… diberinya air putih secukupnya….

Hari demi hari… setelah tahun baru banyak kejadian yang kualami. Berlibur ke Pangandaran bersama rekan-rekan kantor. Dapat kerjaan tambahan. Kemudian mengurusi tanah warisan. Mendapat tekanan hidup. Benar-benar tak ada matinya.

Sayur-sayuran itu diambil dari keranjangnya. Diiris-iris rapi. Tahu dikukus. Lalu melanjutkan ulek bumbu kacang.

*gubrak*
Capee nian… hari-hari penuh kerja rodi. Bimbing anak TA. Cari problem PHP. Cari solusi software. NIS+Kerberos. Desain jaringan. Kepala nyut-nyut.

Setelah bumbu kacang menjadi halus, tahu yang dikukus diangkat lalu dipotong-potong. Sayur-sayuran yg telah dipotong rapi itu dicampur bumbu kacang berikut tahu potong hingga merata.

Biarpun demikian ada suatu hal yang menggembirakan. Setidaknya ada titik terang. Lumayan. Seperti ada hati yang terkoneksi. Walau sedikit namun berharga. Mampu meringankan beban hidup.

Lalu dituangkan dalam piring. Tak lupa diberi kerupuk dan bawang goreng secukupnya. Lalu disajikan.

2 Komentar (+add yours?)

  1. niee
    Feb 05, 2009 @ 18:30:27

    Yuupz….hidup mank seperti gado2..:)

    Balas

  2. Ryujin
    Feb 06, 2009 @ 21:23:34

    Hehe.. setuju!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: