Undangan Dari Seseorang… Jalan Bersama Keponakan…

Tepat seminggu yang lalu, saya dapat undangan. Undangan apa? Ikut acara suatu forum di bilangan Pondok Indah. Kebetulan undangan tersebut mulainya pas dengan tanggal ultahku, jadinya saya mengira saya diundang karena berkaitan dengan ultahku.

Yang membuatku senang adalah orang yang mengundangku itu. Dia adalah teman kuliah yang sudah lama tidak bertemu sejak saya mengerjakan skripsi tiga tahun yang lalu. Orang yang belakangan hari setelah lulus yang malah selalu ada didalam pikiranku.

Namun acaranya itu bentrok dengan jadwal kerjaku dimana hari itu saya masuk kerja pagi. Akhirnya saya lobi-lobi ma temen kerja biar bisa tukeran hari kerja demi bisa menghadiri undangan. Saya gak biasa lobi, soalnya selama ini selalu dilobi ma teman kerja😛

Alhamdulillah dapat juga tukeran hari kerja.. tapi akibatnya saya mesti kerja rodi: 2/3 hari 2 malam T_T ahaha gakpapa lah demi bisa menghadiri acara itu.. Tapi agak takut juga, nanti-nanti gimana pas pertemuan hari itu… mungkin rasanya seperti bertemu Voldemort ataukah seperti bertemu dengan Arwen putri Elron?

Akhirnya dengan berbekal semangat “Maju terus pantang mundur” dan “Let it flow”, saya memberanikan diri menuju ke Mount Doom (gak kalah ma Frodo dan Sam hehehe).

Begitu sampai di depan pintu masuk…. ooh noo… tiba-tiba saya merasa seperti terkena serangan Jerat Setan. Kuharap saya bisa tenang, biar Jerat Setan tidak terlalu mengikatku (Hermione, tolongin duunk…). Tiba-tiba, dia datang menyambutku. Wah betapa girangnya hatiku sehingga gak tau apa yang mesti dilakukan. Pikiran blank.. yang ada mulut dan tangan berpikir dengan logikanya sendiri T_T

Acaranya sendiri benar-benar menarik. Pemutaran dua film. Yang satu dokumenter penelitian bertema perang, yang lain animasi sudut pandang seorang tentara perang. Sama-sama bertema perang. Judulnya… lupa😛

Untuk acara dokumenter, saya sangat menyukainya. Karena memang saya suka dokumenter… karena terkadang memberikan pengetahuan yang diluar perkiraan.. ada sesuatu yang baru gitulah. Seperti di film ini, ternyata perang dingin dapat mengakibatkan efek negatif seperti dalam keadaan perang fisik. Begitu juga terdapat pengaruh besar media dengan psikologis yang bersifat negatif: seseorang merasa sedang dalam keadaan perang fisik, padahal yang ada perang psikologis.

Tapi untuk animasi… saya secara jujur kurang menyukainya… karena perang yang ada terkesan seperti permainan… segitu mudahnya membunuh.. begitulah… walau dibilang berbasis pada cerita nyata, tapi menurutku tetap saja itu film, soalnya ada adegan yang berlebihan, tidak ada itu aja sudah cukup bisa menyampaikan pesan cerita.

Oke, secara konsep, acaranya menarik. Bagus. Akan lebih baik lagi jika ada pemutaran film festival Cannes, indie, ato dokumenter karya anak bangsa… hehehe.. idealis bener ya gw.. lagian saya ini bukan panitia.. hanya penonton😛 Oke good work buat temenku itu.

Selidik punya selidik…. ternyata saya diundang bukan karena saya ulang tahun.. hahaha saya salah besar ternyata. Tapi gak papalah. Saya menganggap diundang dan menghadiri acara itu saja sudah merupakan kado. Apalagi dapat bertemu temenku itu saja merupakan kado terbaik dan anugerah dari Allah..

Ohya.. dua hari yang lalu, saya berjalan bareng-bareng bersama keponakanku yang baru berusia 3 tahun. Awalnya sebenarnya hanyalah hendak membeli pompa filter akuarium yang rusak. Tetapi ibunya meminta agar keponakanku itu diajak serta.

Wah kesempatan bagus… kapan lagi bisa dapat ijin dari ibunya (alias kakakku juga sih). Dengan senang hati saya bersedia. Pas mo berangkat, langit sudah mendukung dengan menghadirkan awan-awan gelap dan pekat. Pertanda akan hujan deras.

Awalnya agak ragu.. tapi kupikir ini adalah kesempatan bagus untuk membuka matanya akan dunia ini. Akhirnya saya berangkat juga, tak lupa bawa payung.

Pas ditengah jalan… saya agak ragu mengambil keputusan. Mengingat jarak antara rumah saya dengan toko Makmur Mas Akuarium kurang lebih sama dengan jarak Blok M dengan Universitas Al Azhar Indonesia… Biasanya sih saya kesono hanya berjalan kaki saja… tapi dengan membawa anak kecil berjalan kaki??? Saya agak kuatir juga, takutnya nanti gimana-gimana gitu.

Akhirnya naik mikrolet aja. Alhamdulillah keputusanku tepat.. sebab ternyata hujan turun dengan deras.. lumayanlah😛 Pas turun dan membayar.. ternyata hanya mau dibayar satu orang saja, anak kecil tidak termasuk… padahal kan saya kasih duit 5 ribu, eeh kok kembali 3 ribu.. seharusnya kan kembali seribu. Wah ini memang rejekinya si Saki, keponakanku.

Akhirnya sampe juga di toko akuarium langganan saya. Langsung saja saya transaksi membeli pompa air… tapi apa yang terjadi? Eeeh saya malah dikasih bonus dua filter glasswoll.. saya udah nolak, tapi tetep dikasih juga.. ya udah terima aja.

Saya pun meminta izin kepada pemilik toko agar melihat-lihat ikan yang ada disitu bersama keponakan saya. Alhamdulillah diperbolehkan. Tapi tiba-tiba saya jadi teringat… dulu saya pernah diajak ma ibuku jalan-jalan ke toko ini. Berkat ibuku pula, saya sampe sekarang suka ma ikan. Bukan suka makan ikan, tapi suka memelihara ikan😛 Pokoke yang terkait dengan ikan saya suka.

Sekarang, kini, saya bersama keponakanku berada di toko itu dengan tujuan yang sama… tampaknya sejarah terulang lagi. Saya sempat melihat ekspresi pemilik toko bersama istrinya, tampaknya mereka berbicara sesuatu seperti mengingat-ingat kejadian lampau. Memang betul si mereka sebenarnya adalah teman ibuku.. jadi mungkin saja ada ingatan masa lalu mengenai itu.

Sejarah berulang. Hanya berbeda pelaku. Dulu, ibu dan anak. Kini, paman dan keponakan. Rasanya aneh… padahal sedari awal tiada niat untuk mengulang sejarah. Malah saya serasa ingat masa-masa itu pas sudah tiba disitu. Rasanya seperti mengikuti arahan takdir yang berjalan….

Oke… sejarah sudah berulang. Ya sudah ulang aja sekalian.. karena saya toh dah disitu bersama keponakanku. Akhirnya saya memperkenalkan keponakanku tak cuma kepada pemilik akuarium itu, tapi juga kepada para penghuni toko itu. Ada ikan alligator, arwana, guppy, silver dollar, oscar, koi, komet, lobster, kura-kura brasil, dan lain-lainnya.

Selagi menikmati, pemilik toko memberikan mainan kepada Saki, keponakanku.. wah.. tampaknya memang sudah diatur rejeki oleh Allah khusus untuk anak ini. Sampai kemudian hujan turun sudah agak mendingan; tidak lagi deras, saya memutuskan untuk balik ke rumah.

Saat balik rumah, saya memutuskan untuk tidak naik mikrolet. Lebih baik jalan kaki saja ke rumah, hitung-hitung memperkenalkan lingkungan sekitarnya kepada Saki. Klo pun nanti capek, masih ada rencana B: gendongin aja dia hehehe. Memang akan capek, tapi toh udah mo pulang yaa sekalian aja cape-capein hehehehe😛

Saat perjalanan saya mengajak bermain sambil berjalan.. akhirnya pas sampai di rumah, Saki langsung jatuh tertidur di tempat tidur, saking lelahnya.. hehehe… selama ini susah diajak tidur tiba-tiba sudah terlelap dengan mudahnya.😀

Rupanya menyenangkan sekali bisa berjalan-jalan dengan keponakan. Serasa seperti bermain dengan adikku saja… ato mungkin seperti bermain dengan anakku kah?? Entahlah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: