Hikmah di Bulan Juju (Juni – Juli)…

Duh.. blm sempet menunaikan janji… tertunda melulu… menulis tentang perjalanan Jogja beberapa waktu lalu.. lantaran kena berbagai kendala salah satunya sibuk kerja dan sakit.

Sakitnya bukan sembarangan… sepulang dari Jogja, saya langsung jatuh sakit… entah karena stress di kereta api eksekutif (karena kedinginan dan gak bisa denger suara kereta yang khas) ataukah karena “ketahan” di rumah sepupu. Sudah gitu dua minggu sembuh eh kena sakit kembali… lalu seminggu kemudian sembuh.. lagi-lagi kena sakit kembali.

Sakitnya apa? Sama. Influenza. Gejalanya aja yang beda. Saya berani menebak bahwa penyebab influenzanya pasti berbeda varian virusnya. Sama seperti virus flu burung dan flu babi (klo dalam candaan, sering disebut flu bayi hahaha).

Hikmah dari sakitnya itu adalah… rasa sendirian yang kentara sekali. Kesepian. Sungguh menyiksa sekali rasanya. Tidak ada yang peduli saya sakit. Bahkan untuk berobat saja sendirian. Tidak ditanya bahkan dihibur sedikitpun tidak.

Hal ini menimbulkan pemahaman baru. Saya jadi sadar… kita harus peduli dengan orang yang sakit. Paling tidak dijenguk biar semangatnya hidup kembali. Sekedar tanya kabarpun merupakan hal yang penting bagi yang sakit.

Selain itu.. teringat kata ibu, “sakit itu gak enak…”. Terasa sekali gak enaknya. Kemudian kata bapak pun ada benarnya, “sakit itu mahal”. Ke dokter saban hari gini tambah mahal, belum lagi biaya obatnya yang kelewatan mahal… Saya jadi prihatin… beginikah pelayanan kesehatan di Indonesia?

Bagaimana dengan orang miskin? Sanggupkah mereka bayar? Apakah dengan jaminan kesehatan “gakin” dapat dilayani dengan baik? Tampaknya jargon untuk orang miskin, “dilarang sakit” terasa benar. Benar-benar turut prihatin…

Tetapi hal yang jelas bagiku.. bahwa saya masih disayangi oleh Allah dengan perantara sakit. Klo tidak salah, bersabar selama sakit dapat menggugurkan dosa-dosa kecil. Lagipula ini juga merupakan kesempatan baik untuk menunjukkan bukti bahwa saya dapat bersabar selama sakit.

Alhamdulillah hari saat saya menulis ini, saya sembuh dan tidak terkena sakit lagi… saya jadi sadar.. betapa sehat itu penting sekali, sehingga saya belakangan ini berupaya menerapkan pola hidup sehat berimbang, sehat jasmani dan rohani.

Sehat jasmani digapai dengan cara makan yang cukup dan bergizi, cukup istirahat, olahraga teratur, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sehat rohani dicapai dengan cara melakukan amal dan ibadah yang baik, keseimbangan antara dunia kerja dengan dunia sehari-hari, berbuat baik dan manusiawi, ikhlas dan jujur serta apa adanya.

Selain itu, hikmah lain di bulan Juli ini adalah betapa menyenangkannya dan bahagianya jika dapat menolong orang lain yang membutuhkan. Apalagi klo orang lain itu sampai senang.. saya jadi ikutan senang. Walaupun untuk melakukannya terasa berat di awalnya, tetapi hasilnya sungguh luar biasa…

Pun saya menyadari bahwa pengorbanan itu diperlukan dalam hidup. Tanpa pengorbanan takkan mungkin bisa menjalani hidup ini… apalagi untuk kebahagiaan diri dan/atau orang lain.

Untuk melakukan pengorbanan ini sungguh sulit dilakukan… tak ingin mengambilnya plus dilakukan. Tetapi jika tidak dilakukan pada akhirnya saya dan/atau orang lain akan tidak bahagia. Akhirnya tiada pilihan lain selain harus melakukan suatu pengorbanan.

Semoga usaha pengorbananku ini diridhoi oleh Allah… insya Allah pengorbanan ini ke depannya tidak akan sia-sia. Masa depan siapa yang tahu, kecuali Allah. Kita hanya diwajibkan berusaha, biarlah Allah yang menentukan hasilnya.

Ada lagi hikmah lainnya… saya mendapatkan ilmu-ilmu baru yang didapatkan dengan cara yang unik. Pertama, saya mendapatkan ilmu lengkap tentang solat duha dari satpam Al Azhar. Siapa sangka satpamnya begitu paham tentang solat duha. Cara mendapatkannya pun tidak diminta, tapi ditanya oleh satpam.

Bingung? Hehehe.. satpam itu hanya bertanya, “solat duhanya berapa rokaat?” Saya jawab dua rokaat. Ditimpali satpam, “wah.. lebih mantep dan super klo bisa solat duha 12 rokaat”. Kemudian diceramahi 2 jam tentang solat duha. Alhamdulillah dapat ilmu walau saya tidak meminta itu.

Kedua, tiba-tiba seseorang memberikan saya selembaran kertas kepada saya tanpa diminta. Selembaran itu ternyata lembaran yang biasa dibagikan pada saat solat Jumatan. Alhamdulillah dapat ilmu walau saya tidak meminta itu.

Ketiga, om saya bercerita tentang jodoh dan pernikahan. Om bercerita mengenai proses bagaimana om bisa ketemu sama bibi. Sungguh merupakan hikmah dan ilmu yang sangat berharga untukku.

Ternyata om ada pujaan hati, tetapi karena situasi dan kondisi sang pujaan hatinya terpaksa menikah dengan orang lain. Padahal pujaan hatinya sendiri ingin menikah dengan si om. Akhirnya justru om dijodohkan oleh mbah alias ibunya om. Jadilah om menikah dengan bibi.

Kemudian om kembali bercerita, kali ini tentang adiknya alias om saya juga. Beliau berkata bahwa bapaknya istrinya adiknya datang ke rumah om untuk bertemu dengan mbah. Ternyata dengan maksud untuk menikah dengan adiknya, padahal mbah dan bapaknya istrinya adiknya tidak kenal satu sama lain. Wah… mantap…

Apalagi istrinya adiknya ternyata juga tidak kenal dengan adiknya. Om berkata bahwa mbah itu terkenal, buktinya bapaknya istrinya adiknya datang ke rumahnya… hehehe jadi yang mo lamar itu bukan cowo tapi cewe yang melamar. Bapaknya sendiri seorang ustadz… subhanallah.. mungkin beliau mendapatkan ilham dan petunjuk Allah mengenai jodoh putrinya.

Entahlah. Tapi begitulah yang terjadi. Sungguh unik dan tak terduga, jodoh memang tidak kemana-mana. Kalau memang sudah waktunya, insya Allah pasti akan dipertemukan biar bagaimanapun juga.

Menarik.. hal ini menambah semangat saya. Suatu hari kelak saya akan menikah. Sampai pada hari itu, saya mesti bersabar. Lebih baik meningkatkan kualitas diri, ketakwaan dan keimanan kepada Allah. Tentu aja berusaha mencari pendamping hidup-lah😛

Alhamdulillah dapat ilmu, terima kasih ya Allah telah mengajarkan saya suatu ilmu, sungguh Engkau merupakan Guru yang terbaik bagiku…

Ssst… sekedar bocoran… belum lama ini saya sempat bermimpi punya istri dan punya anak.. siapa hayo… rahasia hahahaha😀

Demikianlah… so be it.

2 Komentar (+add yours?)

  1. Abu Nazma
    Jul 28, 2009 @ 09:58:55

    Wah kirain ada nama Bulan ke-13 yang baru, Bulan Juju..ternyata Juni Juli toh hehehe😛

    Makasih atas sharing hikmahnya suf, very inspiratif🙂

    Balas

  2. Yusuf
    Jul 28, 2009 @ 16:32:58

    Hehehe… kan nama depannya sama jadi saya gabungin aja😀

    Kembali kasih, semoga bermanfaat🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: