Third Day; Still in Malaysia

7 Oktober 2009
Reward, Reunion..

06:00
Bangun solat subuh, kemudian terjaga.. lama-lama tertidur…. Zzzz… z….

07:30++
Mandi, lalu bersiap-siap. Kali ini berbeda dengan sebelumnya, tidak dianterin Helmy tetapi langsung naik teksi.

Kami berjalan menyusuri kampus menuju pom bensin bersama Helmi. Di sana kami menyewa teksi.. Iya menyewa, karena sistem teksi di Malaysia ternyata sebagian besar tidak mengenal meteran, yang ada tawar-menawar. Klo di Indonesia seperti naik bajaj gitu….

Mungkin itulah sebabnya mengapa teksi di Malaysia memakai papan nama yg bertuliskan “Teksi Bermeter”… Hohoho… padahal kenyataannya pake tawar-menawar…😀 .

Well, kami menyewa 2 teksi karena kali ini Helmi dan Okta (minus Suci) akan ikut serta, jadi butuh 2 teksi. Kami menjemput Okta, Fifi dan Anis lalu berangkatlah kami menuju Kuala Lumpur dimana konferensi diadakan untuk terakhir kalinya.

09:00++
Jika sebelumnya kita menyusuri jalanan biasa, maka kali ini kami mencicipi tol gaya Malaysia agar cepat sampai.. mengingat jadwal presentasi Digit adalah jam 13:00 dikhawatirkan kenapa-kenapa ya lewat tol aja sekalian ngerasain kayak apa tol di Malaysia.

Dan berbeda dengan sebelumnya, saya tidak tidur (udah puas tidur-tiduran abis subuh tadi si.. hehehe). Untuk kali pertama (dan mungkin trakhir kali) kami memasuki tol. Sama seperti di Indonesai, kita tetap menanggung biaya tol.. (sst… gw gak kluar duit sama sekali, dah dibayarin Fifi hehehehe.. loh… well kan katanya nanti ditanggung kampus hohohoh😀 )

Segalanya berjalan lancar sekali, gak ada yang namanya macet. Tetapi harus diakui… tol ini berbeda dengan di Indonesia. Apakah itu? Kita memasuki terowongan!! Praktis gak ada yang menarik dilihat kecuali… papan petunjuk.

Loh?? Ehehe.. saya berpikir, bagaimana klo seandainya mobilnya mogok? Padahal lagi didalam terowongan. Panjang lagi. Nah itulah gunanya papan penunjuk.

Penunjuk apa? Penunjuk untuk pejalan keki, jalan keluarnya terowongan itu. Hm… jadi teringat permainan Playstation Final Fantasy VII dimana ada setting kereta bawah tanah dan kita berjalan menyusuri terowongan itu untuk menemukan jalan keluar… bedanya disini adalah petunjuk di permainan itu begitu sulit dicari (ya iyalah… klo gak permainannya nanti gak menarik dunk). Btw, dah ada yang pernah mainin Final Fantasy VII?

Akhirnya ada titik terang di akhir terowongan… sampailah kita di Kuala Lumpur!

10.30++
Di hotel Istana, acaranya udah berjalan bahkan saat kami tiba sudah mulai memasuki break/istirahat.. Ahahah…

Pada saat break itu, pak Ary berkata pada Anis dan Fifi agar mengurusi tawaran beasiswa S2 dan S3 dan disaranin agar pulangnya jangan besok, tetapi hari Jum’at aja.

Pada saat itulah mereka (Anis, Fifi, Digit, dan Okta) berdiskusi. Saya? Gak ikutan hohoho…. Membahas apa? Si Digit diminta agar jangan pulang besok, Senin aja biar bisa temenin Fifi dan Anis gitu. Lagian Sabtu dan Minggu harga tiket pesawat mahal.

Saya gak ikutan nimbrung karena memang saya mesti pulang besok, kan kerjaan gak bisa menunggu lama, lagian di kantor lagi kekurangan orang sebab ada 2 orang lagi dikirim ke Padang untuk membantu. Selanjutnya saya tidak mendengar pembicaraan mereka karena mau makan-makan dulu hehehe😀 .

Setelah itu Anis dan Fifi serta Okta memutuskan untuk mencoba menukar tiket di hari lain, barangkali masih bisa. Untuk itu mereka mesti ke KL Sentral, menuju ke konter tiket Air Asia. Saya pun ditawarin untuk ikutan, tapi saya memilih lihat Digit presentasi.

13:00++
Saat ada peserta orang Afrika berpresentasi mengenai fitur Bitlocker Windows Vista. Digit bertanya kepadanya. Untuk kali pertama delegasi kita bertanya hehehe…

Orang Afrika itu membahas mengenai fitur Bitlocker Vista dimana jika file-file dikunci dan harddisk dicabut maka file tersebut tidak akan bisa diakses kecuali jika harddisk tersebut dipasang kembali ke tempatnya semula. Yang menarik bahwa ada cara untuk mengakses file terkunci tersebut, kendati harddisk dicabut.

Ohya harus diakui hasil penelitian para peserta sungguh menarik, ada hal-hal yang diluar pemikiran biasa seperti si Anis ini (hehe narsis dukung kampus sendiri..😀 ), ada juga penelitian yang njelimet melibatkan persamaan matematika. Dan ditanganin para pakar dibidangnya masing-masing dan bergelar doktor, profesor…

Delegasi kita? Bahkan belum bergelar, masih mahasiswa… tentu gak sebanding… Saya? Penonton sejati ahahaha😀 .

13:30
Akhirnya Digit presentasi… Rasanya bangga bisa melihatnya presentasi di mimbar itu🙂 . Memaparkan hasil penelitian kita bersama. Rasanya gak sebanding mengingat penelitian kita berhari-hari, presentasi diberi 3 minit saja… Gak papa lah paling ga kan bisa presentasi di luar negeri hohohoho😀 .

15:00++
Saatnya penutupan acara DSTC. Akhirnya diumumkan siapa yang menang dan siapa yang menang…is (ahaha😀 ).

Ternyata yang menang..is delegasi kita… meraih best poster #1 dan #2… Loh menang..is? Ya karena terharu… baru datang konferensi dah sabet best poster #1 dan #2 sekaligus… selain itu juga menangis karena Digit gak menang… selain itu juga menang..is bisa diartikan “menang adalah” (bahasa inggris “is” artinya “adalah” hehehe😀 ).

Tapi yang jelas terharu soalnya baru kali ini ikut konferensi di luar negeri eeh langsung menangis lagi eh salah… menang lagi😛 . Padahal gak ada gelar, masih kuliah bisa menang juga ya… Patut dibanggakan, sayang Anis dan Fifi tidak ada ditempat, soalnya sedang ke KL Sentral… akhirnya diwakili Aris Munawar.

Tiba-tiba telepon bimbit (HP) berbunyi, mengabarkan bahwa misi Anis dan Fifi serta Okta gagal dapat tiket karena dikatakan bahwa untuk menukar tiket mesti 2 hari sebelumnya.. Akhirnya mereka ke universitas dimana mereka ditawarin S2 dan S3.

16:30++
Setelah serangkaian acara penutup yang membuat ngantuk (karena suer gak ngerti bahasanya sama sekali…. T_T ). Akhirnya resmi ditutup untuk selama 2009 ini (alah bahasanya nih). Tapi kami tak langsung pulang, menunggu mereka yang lagi mengurus beasiswa S2 dan S3.

Akhirnya solat di surau dan duduk-duduk aja disitu bersama Digit. Btw, pintu surau ini pintu ala Star Trek, dimana pintunya akan terbuka otomatis pas kita berdiri di depan pintunya… Yang unik pintunya murni dari kayu gak dari kaca seperti di pintu-pintu otomatik lainnya. Makanya pas datang kali pertama agak bingung dimana tu suraunya.. pas disuruh ma petugas jalan aja gitu, padahal buntu gituh.. eh tau-tau pintunya terbuka sendiri.. kagetlah kita-kita ahahaha😀 (keliatan udiknya nih kita😛 ).

Saat duduk-duduk itu, datang Aris lalu chairman DSTC, pak Raja (ehem.. bukan seorang Raja Malaysia lo, memang namanya Raja kok🙂 ). Dia mengajak kita untuk minum di suatu kedai disekitar hotel. Bersama Aris, kami kesana.

Ternyata pak Raja bercakap-cakap pakai bahasa Melayu (Aka bahasa Malaysia). Agak aneh mendengarnya tapi akhirnya saya bisa berkomunikasi dengan orang Malaysia hehehe😀 .

Sebenarnya si sebelum ketemu pak Raja, saya dah ketemu ma petugas kebersihan di toilet hotel. Dia berbincang-bincang dengan bahasa Melayu yang khas. Dia bertanya saya dari mana. Dari Indonesia. Ooh… Andonesya.. (yup dia bilang begitu, setiap “s” pasti dibilang “sy”, keknya logat arab nih). Tapi saya liat keknya orang India deh, tapi bisa jadi itu logatnya orang India yah?

Ohya harus diakui banyak orang India disini. kebanyakan menjadi pengusaha, pekerja juga. Rasanya menarik melihatnya. Seperti melihat film India deh rasanya hehehe, tentu tanpa tarian dan nyanyian loh ya ahahaha😀 .

Komunikasi agak susah disini, karena tentunya kata-kata Indonesia tidak bisa dipakai seluruhnya, misalnya “wisata” mereka tidak ngeh, taunya kata “lancong”. Begitulah.

Ohya gak cuman orang Melayu, India, ada juga orang Afrika. Lengkap dengan pakaian khasnya… Orang Afrika klo saya liat sifatnya rata-rata kalem, cool gitu. Klo India, sifatnya rada-rada atraktif, komunikatif, klo ngomong pake goyang-goyang kepalanya🙂 . Ada juga stranger (klo di Indonesia dikenal dengan istilah “bule”) yang cukup banyak di Kuala Lumpur. Jerman, AS, Eropa ada semuanya lengkap dengan gayanya masing-masing.

Untuk kali pertama untukku, saya bisa melihat keanekaragaman berbagai ras manusia. Heii..heii saya gak rasial lah… hanya senang saja bisa melihat berbagai jenis manusia yang berbeda-beda lengkap dengan budayanya yang khas. Rambut pirang hitam, mata biru coklat, kulit putih hitam, dll. Sayangnya saya tidak tertarik mengambil wanita-wanita itu menjadi calon istriku hahahah😀 .

Tapi banyak juga muslimah berjilbab dengan berbagai mode yang berbeda-beda. Ada satu model yang hanya ada di Malaysia, yang di Indonesia tidak ada yang pakai, kecuali satu temen yang kutahu. Dan memang dia pernah ke Malaysia.. hohoho.. pastinya dia mengambil mode Malaysia nih hehehe😀 .

Akhirnya telepon bimbit berbunyi menandakan bahwa mereka sudah tiba di hotel. Sayangnya kami harus berpisah dengan pak Raja… tapi lumayan ditraktirin minum oleh pak Raja😀 .

Kumpul kembali ke surau, mereka sedang solat. Tak dinyana.. saya ketemu dengan Haris Al Qodri Ma’arif!! Wah reuni kembali lagi deh… senangnya jadi rasanya lengkap dah ketemu temen-temen alumni UAI satu angkatan walau beda jurusan sekaligus terkejut karena saya kirain Haris lagi di Jakarta…

Akhirnya kami bisa jalan-jalan keliling bagian tertentu dari Malaysia Barat naik mobil sewaan yang dikemudikan Haris, bersama-sama Helmi, Aris, Fifi, Anis, Okta, dan Digit serta saya… Sayang si Suci gak ikutan…. Ohya.. sebelumnya kami telah sepakat untuk menyewa mobil (yang lebih baik daripada mobilnya Helmi hehehe) jadi patungan untuk itu.. kira-kira 50 RM per orang, klo gak salah si.

Kamipun berkeliling-keliling menyusuri kota Kuala Lumpur dan sekitarnya bahkan sempat makan malam di suatu rumah makan seafood. Lalu menuju ke bandara KL International mo jemput temen kata Haris.

Pas sampe, ternyata….. Abqori!! Wahahaha reunion dah lengkap dah… dah ketemu semua temen-temen yang lagi kuliah S2 disana. Sungguh terasa luar biasa dan ajaib bisa ketemu semua temen-temen seangkatan ini…. subhanallah….

Akhirnya berkeliling-keliling lagi dan foto-foto. Nama tempat yang saya tidak tahu. Tapi ada suatu gedung berarsitektur mirip mesjid Aya Sophia tapi dipadu menara ala Big Ben London, gedung budaya klo gak salah ingat. Cukup indah, tapi sayang dah tutup…

Bicara tutup, hampir sebagian besar toko-toko bahkan mesjid pun tutup.. yahh… gak bisa beli oleh-oleh dah… soalnya kan besok pagi saya mesti pulang….

Notes:
1. Klo mo beli oleh-oleh, mestinya di pagi atau siang hari..
2. Pastikan untuk memiliki nomor maskapai yang bisa dihubungi, sehingga gak perlu mendatangi konter hanya untuk tanya, jadi gak jauh-jauh datang untuk hal sia-sia.

——————————–

Seri Jalan-jalan Malaysia:

1. Hari pertama.

2. Hari kedua.

4. Hari terakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: