Last Day; Back to Sweet Home

8 Oktober 2009
Raid, Take Off…

00:01++
Dan masih dalam perjalanan ke Bukit Subang (klo gak salah ya.. lupa-lupa inget). Rupa-rupanya didalam perjalanan kami dicegat oleh polisi Malaysia. Wah kena razia ni!!

Dengan tampang seram nan mencekam, polisi itu menyalakan seberkas cahaya. Cahaya yang menyilaukan. Satu-persatu dari kami dibunuh oleh pedang cahayanya itu. Deg-degan. Kami tidak bisa melarikan diri. Akhirnya sorotan cahaya itu menyilaukan mataku. Aku terkena!!! Oh.. matilah diriku ini…. dunia pun berakhir. Cahaya itu menyilaukan sekali… tiba-tiba mati. Dan polisi pun mempersilahkan kami lewat. Loh??

Kayaknya polisnya takut ma saya kali ehehehe😀 . Apapun itu yang penting selamat.. jangan bikin gara-gara di negeri orang. Dan kami pun melanjutkan perjalanan. Selama itu kami bersenda gurau membahas salah satunya kata-kata Malaysia. “Seronok”, Dadah haram dalam Islam”, “Jalan sehala”, “Sekolah antarabangsa”, dan lain-lain.

Akhirnya nyampe juga di Bukit Subang. Disanan kami foto-foto, sayangnya saya tidak dapat menikmatinya sebab sedang menahan pipis… ahahaha… Lagipula lokasi kali ini berada di pinggiran jalan. Apa sih menariknya?

Ternyata dapat memandang seluruh kota Kuala Lumpur dari kejauhan. Seperti kita melihat kota Jakarta via Puncak. Kilat-kilat pun menyambar disana mari. Namun apa daya hasilnya berupa lukisan abstrak. Akhirnya pun pindah lokasi ke tempat lain demi toilet😀 .

00:46++
Sampailah kami di suatu bukit. Restoran di pinggir bahaya. Akhirnya bisa juga pipis di toilet. Bareng Fifi dan Anis serta Digit. No, you are wrong. Kita gak dalam satu kamar wuoooyy…😀 . Intinya saya gak sendirian nahan hajat hehehe…😀 .

Setelah puas hajar toilet. Ternyata pemandangan Kuala Lumpur terasa begitu indah. Ibarat peri-peri bintang sedang menari. Ya ampuuunn gw baru nyadar….😀 ahahahaha. Tapi akhirnya bisa juga dapat lukisan alam yang bagus setelah berkali-kali berkilat.

Puas memandangi peri-peri. Pulanglah kami ke Serdang menuju ke habitatnya masing-masing. Demi melihat Digit, Fifi, Anis sudah kelelahan. Apalagi saya, sebentar lagi mesti pulang pagi-pagi… oaaahm…. Ohyaaa… lupa😛 … oleh-oleeeehhh…

Duh… gimana dunk… kagak sempat lagi de… huhuh.. itulah gak enaknya klo ketahuan oleh temen-temen. Diminta ini itu, padahal benar-benar gak sempet. Kan konferensinya seharian. Pas pulang, toko-toko sudah tutup.

Alhamdulillah… ada yang bersedia baik hati untuk membelikan… fiuh.. yeah akhirnya bisa tidur dengan tenang di mobil…. Perjalanan begitu sunyi… seakan-akan keheningan berbicara. Dengkuran mobil berinteraksi dengan dengkuran manusia. Kontras dengan kehidupan tadi malam.

Sampailah kami di lokasi ex-situ untuk berhibernasi di tempat masing-masing. Dan jatuh tertidurlah daku di atas empuknya tiker. Dan terbanglah aku ke dunia mimpi…. Zzz… zzz….

06:30++
Subuh. Mandi. Berkemas-kemas. Tiada waktu untuk berleha-leha sebab waktu semakin sempit. Tak tik tuk tek tok. Tidak tbk tck tdk tjk. Bersuara demi berjalannya waktu…

Berlipat-lipatan waktu sehingga akhirnya pun menaiki mobil double RIS (Haris dan Aris). Dan perjalanan pun kembali dimulai sekali lagi untuk terakhir kalinya di Malaysia ini di hari terakhir yang menyedihkan karena tidak tahu kapan akan kembali lagi untuk kesekian kalinya…. Fuh.. cape juga bicara dalam satu napas hehehe😀 .

Detik demi detik. Jam demi jam. Torka demi torka. Bandul demi bandul. Demi Moore jadinya… alah😀 . Akhirnya sampe juga di Bandara Antarabangsa Kuala Lumpur yang terkenal setelah melewati sirkuit Sepang yang sama terkenalnya. Sayang duet RIS tidak dapat mengantar masuk kedalam bandara, karena harus kembali lagi untuk menjaga adik-adik kampus.

Demikianlah. Berarti saya sendirian berpetualangan di bandara ini. Agak grogi juga karena tidak mengenal situasi di sana. Apalagi hanya ditemani tas dan bagasi saja.

08:14
Akhirnya aku memasuki kembali gerbang check in. Seorang diri menghadapi orang-orang dari berbagai bangsa. Agak bingung hendak kemana, tapi tidak dapat bertanya ke petugas, secara bahasanya belepotan. Akhirnya diam diri. Mengamati perilaku orang-orang.

Diputuskan berdasarkan pengamatan, dengan ini dinyatakan dalam tempo sesingkat-singkatnya, baca papan keberangkatan😀 . Disana ternyata tertampang secara elektronis, nomor pesawat. Nomor pesawat yang dinaiki adalah QZ7*** (dirahasiakan demi misi). Terlihat jelas nomor loket chek in yang dituju.

Segeralah saya kesana dan antri. Ternyata banyak juga yang hendak ke Indonesia, kendati berbeda bangsa. Akhirnya antrian berakhir, ternyata oh ternyata… petugasnya judes sekali… galak. Cewe lagi. Duh beginikah perlakuannya terhadap customer? Tapi saya gak masukin ke hati, cukup masukin ke telinga aja. Nanti juga keluar kok.

Akhirnya keluar menuju ke… toilet😀 . Pengin tau kayak apa si toilet di bandara antarabangsa ini. Heheh… ternyata… biasa aja… malah lebih baik di Bandara Sukarno Hatta daripada disini. Harus diakui, secara fasilitas kayaknya biasa aja klo gak mau dibilang kurang. Masih terasa ada pembangunan disana-sini. Untuk ukuran kualitas bandara antarabangsa, rasanya agak janggal juga. Tapi ya terserahlah, kan ini negeri orang.

Akhirnya sampe juga di ruang boarding pass… ternyata… hujaaaan!!! Waduh… Miss Rain merindukanku ternyata…. dimana-mana setiap kali saya pergi keluar kota dan pulang, selalu disambut hujan. Barangkali saya pantes dapat julukan Mr. Rain deh…😛 . Miss Rain, terima kasih telah menyambutku, semoga perjalananku ini berjalan dengan aman ya Allah Sang Pemilik Miss Rain.

10:00
Agak lama… telat dari jadwal, seharusnya jam 9:45, nyatanya jam 10. Mungkin karena cuaca ya… Miss Rain memang begitu rindu sekali padaku sehingga tangisannya begitu deras. Oke gapapa, toh ini kan di negeri orang, buat apa saya komplain… dapat pulang aja sudah bagus.

Menunggu sambil narsis, berfoto-foto sendiri dan sekeliling, termasuk pesawatnya. Mendengarkan MP3 juga demikian demi membunuh tunggu. Kadang curi-curi dengar suara speaker. Tapi bagiku tiada berguna sebab tiada mengerti sama sekali. Hanya terdengar bak radio rusak. Bak mandi yang bergema suaranya.

Dan akhirnya masa penantian lajang itu berakhir. Pasanganku telah tiba! Begitu merahnya. Berkilaunya dengan cantik. Pengantinku memasuki bandara dengan anggun. Para pelayan hitam datang meminta tiket. Akhirnya ku memasuki tangga menuju pelaminan Sang Pengantin. Dan menikahlah kami disaksikan seluruh segenap rakyat bandara antarabangsa Kuala Lumpur.

10:43
Akhirnya dapatlah juga tempat duduk disebelah jendela!!! Aseeekk bisa melihat tanah-tanah dari atas langit. Bisa melihat lapis legit transparan awan. Selanjutnya segalanya berjalan lancar. Alhamdulillah.. memang saat take off itulah yang menakutkan… tapi entah mengapa hatiku terasa begitu tenang sekali. Perasaan perjalanan pulang akan lancar… mudah-mudahan. Amiin.

Sampailah di Jakarta kota kelahiranku. Setelah melewati berbagai pulau-pulau cantik nan indah, pulau yang dikenal sebagai pulau legendaris, Pulau Seribu. Dikatakan seribu karena kelihatan ada banyak pulau-pulau, namun jumlahnya tidak sampai 1000, tetapi ternyata hanya kurang dari 200 pulau.

Setelah keluar dari bandara Sukarno Hatta, terasalah kembali suasana rasa Indonesia. Awut-awutan, calo-calo. Kembali semula. Yang berbeda hanyalah bahasa.. bahasa yang familiar. Jadilah saya dari Stranger menjadi Pribumi kembali.

Berbeda dengan waktu awal, saya tidak naik taksi, tetapi menaiki bis Damri. Murah. Hanya 20 ribu saja. Tujuan di Lebak Bulus biar gampang pulang ke rumah. Selanjutnya tidak diceritakan perjalanan pulang ke rumahku istanaku. Sebab diluar konteks pembicaraan (halaaah) hehehe😀 .

Hikmah:
1. Setidaknya kita tau bahwa di luar negeri itu keadaanya lebih baik daripada Indonesia. Namun bukan berarti lantas meninggalkan ibu negeri. Sebab seemasnya negeri lain, ada hal-hal yang tak tergantikan di negeri lain: kebudayaan dan hakikat jati diri kemerdekaan hakiki. Sebab di negeri lain mesti pake paspor, dan siap-siap untuk diperiksa razia kapan saja dimana saja.

2. Setidaknya kita tau bahwa kuliah S2 itu seperti apa. Jadi dapat gambaran kasar suasana kuliah S2. Lumayan jadi modal nanti kelak… yang penting saya harus bisa mengatasi culture shock ini dulu..

3. Walau sudah tau seperti point 1 dan 2 diatas, tapi jadi ketagihan jalan-jalan di luar negeri.. hehehe… ingin membuka wawasan dan pergaulan. Serta berupaya untuk mengerti dunia… Semoga dengan begitu dapat pelajaran penting untuk kemudian akan bermanfaat bagi Indonesia kelak, suatu saat pasti, insya Allah… Semoga dimampukan untuk keluar negeri lagi… Next: to Mekkah, berhaji di Tanah Suci, insya Allah.

——————————–

Seri Jalan-jalan Malaysia:

1. Hari pertama.

2. Hari kedua.

3. Hari ketiga.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: