Pulau Onrust, Jadi Onrust ataukah OnRust? (Bagian 2: Trilogi Cerita 3 Pulau)

Onrust. Berasal dari kata Belanda, “On” berarti tanpa, “Rust” berarti istirahat. Sehingga berarti pulau tanpa istirahat. Dahulu pada masa kolonial Belanda, Pulau Onrust memiliki aktivitas bongkar muat barang dan galangan kapal yang tanpa henti sepanjang masa pada hari-hari kejayaan kolonial Belanda.

Pulau Onrust

Pulau Onrust

Walaupun demikian, pada masyarakat sekitar Pulau Onrust dikenal dengan nama lain, Pulau Kapal. Sebab aktivitas Pulau Onrust seperti jantung, berdetak tanpa henti selama aktivitas bongkar muat dan galangan kapal masih ada. Dag dig dug. Dag dig dug.

Banyak yang terjadi pada Pulau Onrust ini. Apakah saudara-saudari ingin mendengar kisahnya? Apakah saudara-saudari ingin mengetahui kisahnya? Mari, kita sejenak membuka pintu masa lalu. Menuju kejayaan Pulau Onrust ini pada masanya, dimulai dari abad ke-17. Mari, kita mengetuk dan membuka pintunya. Persiapkanlah dirimu.

Pulau Onrust Dari Dekat

Pulau Onrust Dari Dekat

Sebelum abad 17, Pulau Onrust digunakan sebagai tempat peristirahatan raja-raja Banten. Pulau ini memiliki banyak pepohonan yang rindang dan sejuk sehingga pantaslah raja-raja Banten pada masa itu menggunakan pulau ini sebagai tempat peristirahatan.

Pada tahun 1619, yaitu masa kekuasaan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), Pulau Onrust digunakan sebagai tempat galangan kapal. Berikut juga dibangung dermaga, benteng, gudang mesiu, bastion, dan lain-lain untuk kebutuhan galangan kapal.

Gambaran Galangan Kapal Pulau Onrust

Gambaran Galangan Kapal Pulau Onrust

Sayang saat ini hanya ada tersisa dinding dan pondasinya saja… Hal itu disebabkan adanya serangan kerajaan Britania Raya (sekarang Inggris) pada tahun 1803 dan 1806. Pemerintah Hindia Belanda yang dipimpin Gubernur Jenderal GA. Baron van der Capellen memerintahkan untuk membangun kembali pulau ini dan memperbaiki beberapa fasilitas yang hancur.

Namun, sungguh tak terduga, Gunung Krakatau batuk dahsyat pada tahun 1883 sehingga menimbulkan gelombang tsunami. Tidalnya pun menghancurkan kembali fasilitas-fasilitas yang telah diperbaiki itu. Akhirnya hanya ada satu benteng yang utuh berdiri hingga kita pun bisa menyaksikannya hari ini, saat berita ini ditulis: Benteng Mortello yang ada di Pulau Kelor (baca posting sebelumnya).

Kemudian pada tahun 1933, Pulau Onrust dijadikan sebagai karantina haji. Apa sebab karantina haji ini diadakan? Itu tak lain dan tak bukan disebabkan kekhawatiran Hindia Belanda karena biasanya setelah orang-orang berhaji pada masa itu, mereka menetap di Tanah Arab selama 3 bulan lamanya untuk belajar agama kepada ulama-ulama terkemuka. Dan sekembalinya dari Tanah Arab, muncul ide-ide baru untuk menentang penjajahan pemerintah Hindia Belanda. Pembaruan pemikiran. Itulah yang dikuatirkan kolonial Hindia Belanda.

Karena itulah dibangun karantina haji dengan alasan kamuflase, untuk menjaga kesehatan. Kadang saat ditemukan adanya jemaah haji yang dinilai berbahaya oleh pemerintah Hindia Belanda, diberi suntik mati dengan alasan beragam. Maka tak jarang banyak yang tidak kembali ke kampung halaman karena dikarantina di Pulau Onrust.

Sisa-sisa Barak Karantina Haji

Sisa-sisa Barak Karantina Haji

Untuk memudahkan pengawasan para jemaah haji, pemerintah Hindia Belanda memberikan cap (gelar) baru kepada mereka, yaitu “Haji”. Memang dari sejarahnya, mereka yang ditangkap, diasingkan, dan dipenjarakan adalah mereka yang memiliki cap haji. Ironis.. itulah asal muasal mengapa di negeri kita untuk mereka yang telah berhaji diberi gelar “haji”…. Jadi bertanya-tanya, pantaskah diberi gelar haji setelah mengetahui asal muasal gelar haji ini?

Gambaran Barak Karantina Haji Onrust

Gambaran Barak Karantina Haji Onrust

Pada tahun 1933, Pulau Onrust berubah fungsi kembali, kali ini dijadikan penjara tahanan politik. Tahanan pertama yang menghuni penjara (tak lain dan tak bukan bekas barak karantina haji) adalah para pemberontak di kapal Zeven Provincien atau yang dikenal sebagai “Kapal Tujuh”.

Peristiwa Kapal Tujuh ini terjadi sekitar awal Februari 1933, yang dipicu diskriminasi pemerintah dalam sistem penggajian anak buah kapal. Awak kapal pribumi dan Indo Belanda/Eropa menerima upah lebih kecil daripada awak kapal kebangsaan Belanda/Eropa. Misalnya, seorang maatros (kelasi) pribumi upahnya sekitar 60% upah maatros kebangsaan Belanda/Eropa. Indo Belanda/Eropa mendapatkan 75% dari gaji kebangsaan Belanda/Eropa.

Sehingga para pemberontak mengambil alih komando kapal Zeven Provincien yang dipimpin Kawilarang. Bahkan awak Indo Belanda pun mendukung rencana pemberontakan itu, Gosal dan Moud Boshart.

Pemberontakan ini berlayar mulai dari perairan Aceh sampai di Selat Sunda. Di pelayaran terakhir ini, kapal Zeven Provincien diultimatum oleh komandan kapal perang Java agar menyerah tanpa syarat. Namun pemberontak tidak menghirau bahkan menyatakan akan berlayar hingga ke Surabaya.

Akhirnya kapal tersebut dibom, sehingga perlawanan pun dihentikan. Pemboman itu tentu jatuh banyak korban di pihak pemberontak. Jenazah awak pribumi dikuburkan di Pulau Kelor. Sedang jenazah awak nonpribumi dimakamkan di Pulau Bidadari. Perjuangan yang Heroik bukan?

Sang pemimpin, Kawilarang dan sisa-sisa pemberontak dibawa ke Pulau Onrust. Sekedar info, para tahanan yang ditahan pada umumnya diborgol berderet 5. Jadi kalo ada seorang tahanan yang hendak ke kamar mandi, maka semua 5 kawan saudara seperborgolan pun ikutan pula… ck.ck…

Kemudian masa berganti masa, hingga akhirnya pada masa kemerdekaan sekitar 1950an, pernah didirikan Rumah Sakit Menular, tempat penampungan para gelandangan dan pengemis, dan tempat latihan militer.

Tahun 1962, pemimpin besar Darul Islam, Raden Sekar Maji Kartosuwiryo dieksekusi mati di Pulau Onrust. Disini dipercaya ada makamnya, namun tidak diketahui yang mana makam tersebut. Konon makam tersebut dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Tahun 1968, pesona Pulau Onrust mulai memudar. Para penghuninya sudah meninggalkan pulau. Terjadilah penjarahan besar-besaran oleh masyarakat sekitar.

Kini, mari kita tutup pintu masa lalu. Mari kita kunci pintunya. Cukup banyak hal yang terjadi pada Pulau Onrust yang bersejarah ini. Mari kita lihat sekeliling Pulau Onrust ini.

Pemandangan yang eksotis, bernapas bau laut, pasir disekeliling tanah, pepohonan rimbun sejuk, terdapat banyak reruntuhan sisa-sisa benteng, barak, dan penjara. Benteng-bentang sendiri sudah tidak menampakkan bentuknya, hanya tersisa pondasi dan bekas-bekas ditanah yang menandakan bahwa disitu pernah berdiri benteng bulat.

Disini ada makam selain makam “keramat” Kartosuwiryo, ada dua taman makam. Komplek Makam Pribumi dan Taman Makam Belanda. Agak rasialis memang.

Taman Makam Pribumi

Komplek Makam Pribumi

Komplek Makam Pribumi seperti namanya, hanya berisi makam orang-orang pribumi. Dikatakan bahwa terdapat orang-orang pribumi yang mati karena dipenjara, mungkin juga tahanan pemberontak Zeven Provincien yang dipenjara di Pulau Onrust ini, mengingat pemberontak hidup yang ditahan mencapai 150 orang.

Taman Makam Belanda

Taman Makam Belanda

Taman Makam Belanda, hanya berisi makam penduduk Belanda yang meninggal di Pulau Onrust. Keunikan makam ini, adalah adanya nisan yang bercerita, biasa disebut prasasti. Bahkan ada monumen segala. Salah satu makam yang terkenal adalah makam Maria. Adapula makam-makam lainnya, namun tidak ada yang selengkap dan serapi prasasti makam Maria. Karena dari nisannya bisa ditelusuri siapakah gadis Belanda bernama Maria itu.

Nisan Makam Maria

Nisan Makam Maria

Namun ada yang menceritakan bahwa di Pulau Onrust ini, ada arwah gentayangan. Arwah itu dipercaya adalah sang Maria itu sendiri. Tak tau pasti, sebaiknya jangan berurusan dengannya apalagi ketemu. Siapa takut, jangan berurusan.

Lepas dari cerita mistik, di pulau ini ada begitu banyak pohon-pohon langka. Buahnya pun dikatakan mengandung obat, yang hanya dijual di Yogyakarta dengan harga mahal. Klo anda beruntung menemukan pohon yang berbuah, silahkan memetik buah disini. Gratis. Cuman, saya tidak tau nama pohon itu apa hehehešŸ˜€ .

Lorong Misterius

Lorong Misterius

Disini juga ada semacam lorong misterius yang tidak diketahui apakah itu. Dipercaya bahwa lorong misterius itu adalah lorong buat upeti-upeti untuk menyelundupkan, yang kalo dalam istilah sekarang, korupsi. Ada pula yang menyatakan bahwa itu sebenarnya adalah bekas kincir air, mengingat lorongnya sendiri penuh dengan air. Tidak jelas yang mana yang benar. Perlu ada penelitian arkeologi lebih lanjut tentang ini.

Kalau anda lihat di foto diatas, bentuk lubangnya menyerupai pintu. Kalo saya berandai-andai, mungkin aja ada tempat menaruh harta jadi bisa ekspedisi mencari harta didalamnya. Hehehe… Cuman mesti kuat berenang plus tidak diketahui berapa kedalamannya. Ato mungkin aja itu pintu masuk ke dunia lain, dunia bawah tanah…. alah.. ngayal gak masuk akal ahahahahašŸ˜€ .

Sayang begitu sayang, sepi benar pulau ini. Tidak ada aktifitas selain dijadikan objek wisata arkeologi. Untuk masuk ke pulau ini, harus membayar tiket sebesar 2000 rupiah. Untuk mencapai pulau ini, dapat naik perahu dari pelabuhan Muara Kamal, pelabuhan Angke, dan pelabuhan Marina Ancol. Namun yang paling dekat adalah pelabuhan Muara Kamal, hanya sekitar 15-20 menit dengan ongkos sepuluh ribu rupiah.

OnRust. Berasal dari kata Inggris. Menurut kamus, “On” berarti maju, berlangsung, “Rust” berarti karat, menurun mutunya karena tidak dipakai. Jadi bisa diartikan maju menurun mutunya karena tidak terpakai. Persis seperti masa sekarang di Pulau Onrust ini. Abrasi laut selalu menggerus daratan. Sehingga ada salah satu rumah barak yang sudah masuk ke laut. Penjarahan pun pernah terjadi disini. Aktifitas yang mati.

Akankah Pulau Onrust menjadi Onrust (Belanda) atau OnRust (Inggris)?

Jari-jari Ranting Pohon

Jari-jari Ranting Pohon

(bersambung)

——-

Postingan Trilogi Cerita 3 Pulau lainnya:

1.Ā Cerita Pulau Kelor

3. Cerita Pulau Khayangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: