Resolusi Baru… Sekedar Tips dan Cerita

Hm… lama gak buat postingan… liburan di bulan Desember kemarin benar-benar panjang. Tapi jangan pikir klo saya lagi jalan-jalan or something like that. Keadaan yang sebenarnya adalah….. deadline!!! Fuh… akhir bulan Desember kemarin mestinya si jalan-jalan kan ya? Tetapi yah gitu deh.. dikasi tenggat waktu kerjaan harus selesai secepat mungkin dalam tempo sesingkat-singkatnya…. ahahaha…. yang lain pada liburan, saya malah kerja. Tapi gapapa lah… toh yang lain kerja, saya malah liburan😀 .

Ohya… saya belum menyelesaikan posting trilogi terakhir… huff… hehehe nantikan aja ya postingan berikutnya😉 . Lagi dipersiapkan, apalagi itu adalah postingan terakhir dari seri trilogi, pengennya si diakhiri dengan sensasional or pamungkas… liat aja nanti deh. Jadi penasaran kan? Anyway, topik postingan hari ini adalah resolusi dan refleksi diri.

Belum lama ini saya membuat resolusi baru di tahun 2010 ini. Resolusi apa? Salah satunya adalah mengunjungi museum dan situs-situs sejarah di Jakarta. Simpel? Yeah. Kedengarannya simpel, tapi lakuinnya itu tidak mudah loh. Wong museum di Jakarta ada banyak, belum lagi situs sejarahnya. Bahkan saya sampe gak tau klo ternyata ada museum di deket kampusku… walah…. Walau demikian saya optimis pasti bisa mewujudkan visi ini. Pasti. Semoga Allah memudahkan jalan untukku. Aamiin.

Ohya, apakah kalian udah buat resolusi pada tahun 2010 ini? Untuk membuat resolusi baru, well, disarankan gak usah kelewatan tinggi seperti contoh: “tahun 2010 ini gw harus bisa jadi presiden RI!!” atau yang gak masuk akal seperti ini: “tahun 2010 ini saya mesti dapat berubah wujud jadi sailormoon!!”😀 ahahaha (anyway kenapa mesti sailormoon ya??).

Resolusi dalam jangka tahunan seperti resolusi 2010 mestinya dibuat untuk dicapai pada akhir tahun. Dan itupun mestinya bertahap-tahap, tidak sekaligus. Adalah tidak mungkin mencapainya sekaligus dalam satu waktu, pasti ada proses. Dan proses sendiri adalah yang terpenting. Karena dari proses kita jadi paham dan mengerti sejauh mana kita dapat melakukannya, dimanakah kesalahan kita, dan bagaimana kita memperbaikinya di masa yang akan datang.

Sebaiknya resolusi dibuat untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Karena kehidupan di dunia ini, diri kitalah yang berperan. Seperti kata Rasulullah Saw dalam suatu hadis (maaf lupa riwayatnya), “setiap diri kamu adalah seorang pemimpin”. Diri kita pun memiliki peran di dunia ini, masing-masing orang adalah unik artinya masing-masing orang memiliki peranannya sendiri-sendiri. Lagipula klo hendak memperbaiki orang lain, mestinya dimulai dari diri sendiri, karena orang lain tentu butuh melihat keteladanan dan contoh. Iya ga?

Klo sudah membuat resolusi, sebaiknya diberitahukan kepada khalayak banyak. Gak usah jauh-jauh deh, yah setidaknya kepada orang tua, teman-teman, atau sodara-sodara. Mengapa? Klo mereka diberitahu justru kita akan jadi semangat untuk konsisten dengan resolusi yang sudah dibuat. Merekalah yang akan membantu kita untuk fokus, mereka pula yang akan membantu mengingatkan tujuan resolusi.

Berikut ini contoh (nyata), semoga dapat diambil hikmahnya:

Tahun 2007 lalu, saya pernah buat resolusi 2007 yang biasa disebut Visi 2007. Apakah itu? Simpel. Lulus wisuda bersama-sama teman-teman seangkatan. Waktu itu masih dalam proses pengerjaan skripsi yang gak beres-beres. Maksud awalnya sih mendorong dan menyemangati teman-teman seperjuangan agar menyelesaikan skripsinya yang sama-sama gak beres-beres juga😀 .

Terus akhirnya pada hari wisuda, ternyata oh ternyata…. mereka benar-benar lulus pada tahun 2007 itu. Sebagian besar udah pada lulus wisuda. Senang sekaligus sedih. Loh? Iya sedih… saya tidak termasuk yang lulus. Ironis bukan? Orang yang mendorong-dorong semangat agar mereka beres dalam skripsinya, justru yang gak beres dalam skripsinya sendiri. Waktu itu saya benar-benar shock… bahkan sahabat terdekatku yang waktu awal kuliahnya banyak yang ngulang ternyata bisa lulus tepat waktu… menakjubkan tetapi juga membuat miris didalam hatiku. Sempat patah arang dan menghilang diri.

Sejak saat itu saya sadar. Untuk resolusi harusnya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Akhirnya dengan asa yang tersisa, saya membuat lagi harapan baru yaitu resolusi baru pada tahun 2008, namanya Visi 2008. Apakah itu? Masih sama dengan sebelumnya, lulus wisuda bersama. Perbedaannya adalah tujuan dan semangatnya. Sebelumnya saya buat demi membantu teman, kali ini saya buat demi diriku sendiri.

Mengapa mesti bersama? Karena dengan bersama-sama justru memiliki daya semangat juang yang tinggi. Melihat kawan yang sedang berjuang di medan pertempuran yang sama, kendati dikerjakan sendiri-sendiri, hal itu membuatku jadi terpacu semangat. Tepatnya, semangat tak mau kalah.

Akhirnya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu dengan deg-degan, hari wisuda. Alhamdulillah saya lulus bersama teman-teman seperjuangan. Kendati masih sedih juga, karena beberapa kawan masih ada yang tidak lulus.. loh? Niat awal demi diri sendiri akhirnya kembali memperhatikan teman-teman juga. Tak apalah, saya alhamdulillah sudah lulus dan berarti Visi 2008 dengan sendirinya telah tercapai.

Selepas Visi 2008, saya membuat resolusi baru kembali, Visi 2009. Apa lagi kali ini? Perbaikan diri dan lingkungan sekitar serta penebusan dosa. Dosa? Dosa apaan? Well, saya merasa bersalah karena lulus duluan, jadilah saya melakukan penebusan dosa dengan menyemangati teman-teman “yang tertinggal” agar mereka lulus. Dengan caraku sendiri yang sekiranya mereka bisa terdorong semangatnya. Alhamdulillah sebagian besar sudah lulus, dan saya merasa bangga dan terharu dapat menghadiri acara wisudanya. Jadi lega…🙂 . Pada kala itu aku merasa seperti perananku di dunia ini sudah berakhir… halah lebay… kenyataannya gw masih hidup kok😛 .

Hari ini, saya telah menetapkan Visi 2010, semoga bisa tercapai pada akhir tahun… Kalian yang membaca posting ini, sudahkah membuat resolusi baru? Semoga impian kita bisa tercapai dan dirahmati serta dimudahkan jalannya oleh Allah. Aamiin.

Ohya…. masih bingung buat resolusi? Atau merasa kosong didalam diri? Ada baiknya refleksi diri terlebih dahulu. Mumpung masih bulan awal, tak ada salahnya untuk muhasabah. Berdiam diri. Terlepas dari segala aktifitas yang biasa dilakukan. Cobalah untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, karena dari ilmu agama itu akan membuat kita memiliki pegangan hidup, jadi benteng hidup, dan membantu menemukan tujuan hidup. Semoga kita dimudahkan untuk meniti jalan yang lurus di dunia ini demi akhirat yang menanti kita di masa depan. Aamiin.

Semangat kawan!!! Go for it!! Jangan Menyerah!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: