Antologi (Moody) Puisi

~Prolog~

Beberapa saat lalu, saat saya sedang mencari-cari suatu file di harddisk komputer saya. Ya ampun, saya benar-benar lupa taruh dimana tu file diantara semilyaran data-data di dalam harddisk saya yang berjumlah 4 biji. Sambil dongkol dalam hati, “Laen kali saya mesti membuat manajemen untuk penyimpanan file biar rapih dan mudah dicari”.

Disaat lagi mangkel karena gak nemu-nemu juga filenya, eh gak sengaja saya nemu file-file puisi yang dulu saya buat pada era jaman kuliah. Wah nostalgila lagi… kemudian terpikir untuk mengumpulkan puisi-puisi yang saya buat lalu kemudian diposting, hm… kenapa enggak? Ya sudah beginilah.

Ohya sori ya klo jadi kesan “sok puisi” ato “amatiran banget nih puisinya”, gini-gini juga saat membuatnya saya memakai hati dalam situasi dan kondisi tertentu. Bahkan pernah membuat puisi di selembaran kertas sobekan, malah daftar telpon kecil pun tak lepas dari coret-coretan puisi yang alhasil jadi sulit dibaca nomor telponnya hehehe ^0^. Tapi karena itulah saya memberi judul posting ini seperti diatas🙂 . Okey, langsung mulai! Upss,, puisi ini diurutkan tidak berdasarkan waktu, tetapi apa adanya saja, suka-suka ^^” .

==============

~Lari~

Lari…
Rasakan hembusan angin,
Tak terasa lelah
Peluh mengering
Tubuh terasa dingin

Betapa enak
Masalah menghilang
Kegundahan hati menghilang
Terasa senang

Namun itu hanya sebentar,
Berhenti lari
Masalah datang kembali
Hati deg-degan
Badan panas, dinginnya keringat

Lari…
Larilah
Hingga lelah
Masalah tak selesai
Hingga di titik jenuh

Berhenti berbalik,
Berdiri menghadap
Menantang dan melawan
Saatnya berhenti berlari!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Pandangan Pertama~

Seseorang memanggilku
Dengan nama kecilku
Ku tak peduli

Seseorang memanggilku
Dengan nama kecilku
Ku tak hirau

Seseorang memanggilku
Dengan nama kecilku
Ku toleh akhirnya

Kulihat orang itu wanita
Cantik rupawan indah bak berlian
Semangatnya membuatku tergerak

Serasa waktu berhenti berdetak
Kilat dan petir menyambar hatiku
Hatiku terasa hidup lebih hidup

Betapa indahnya ciptaan Allah ini
Sungguh sempurna rupawan
Rahmat Allah diberikan kepadaku berupa cinta

Belum pernah kurasakan getaran ini
Yang mampu membuatku tersenyum tanpa paksaan
Kurasakan perubahan positif

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bintang yang bersinar kelam.
Bulan ditutup awan.
Segalanya gelap gulita.
Tiba-tiba muncul sekerlip cahaya.

Satu.
Bergerak cepat, kilatan cahaya.
Sekilas tiada tapi ada.

Dua.
Cahayanya menerangkan langit, kendati lemah.
Indah walau hanya sebentar.

Tiga.
Muncul lima cahaya, diberbagai tempat langit.
Satu arah, seolah menunjuk jalan.

Sembilan.
Perlahan pasti, kelebatan cahaya bertambah banyak.
Hiasan langit, indah namun sebentar kemunculannya.

Namun memunculkan harapan akan hari esok.
Seperti yang ditunjukkan cahaya-cahaya itu.

~Hujan Meteor~

note: Sengaja judulnya saya taruh kebawah, biar yang baca bisa berpikir dan menebak sendiri apa yang dimaksudkan puisi tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kegelapan, sembunyikanlah aku dalam mantelmu.
Cahaya, janganlah engkau sorot kepadaku.
Pohon, tutupilah cahaya bulan dengan dahan-dahan dan dedaunanmu.
Bulan, sembunyilah dalam arak-arak awan.

Gelap.
Berjalan.
Kesunyian.
Tak disadari.

Tanpa diketahui, aku disana.
Tanpa disadari, aku disitu.
Sunyi menari, kegelapan tersenyum.
Hening berbisik, cahaya bersembunyi.

Biarlah tidak dianggap.
Biarlah tidak dihirau.
Sepanjang kudapat berjalan.
Menyusuri area gelap gulita.

~Berjalan di Malam Hari~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~THinKING~

I have thinking a lot lately
that… it seems i rejected
yet… i have not any solution
so… i must make a decision
no… more decisions
however… it will be hard and difficult to do
but… if i don’t do it
then… i won’t make to that door
where… i can be free
from… that shadows

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ledakan bintang.
Energi panas menyebar.
Seluruh anggota benda-benda langit disekitarnya pun ikut meluruh.

Ledakan bintang.
Cahaya mati meredup.
Jadilah kesunyian nan dingin.

Ledakan bintang.
Tergantung keadaannya.
Jadi lubang hitam ataukah bintang katai putih?

~Supernova~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Puisi Hujan~

Petir bersahut-sahutan.
Awan berarak.
Cahaya mentari pun bersembunyi.
Setitik duatitik air menyambut dunia.
Udara, tanah, daun bergembira.
(-Lanjutin sendiri hehe-)

#Pain:
Terjebak hujanlah aku di gambir, hahaha

#Samwise:
Ho..ho .. Ho ayo bergembira bersama Tom Bombadil.
Lembah, sungai, hutan, bernyanyi bersama Tom.
(LOTR-keren juga budayanya-ho ho).

#Yadi: Hehehe.. puitis banget Cup.

note: puisi ini dibuat dalam rangka penelitian kecil-kecilan, detail silahkan lihat post Puisi Hujan Berantai.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~SEJARAH, KINI, MASA DEPAN~

Tahun demi tahun,,
Bulan demi bulan,,
Hari demi hari,,
Jam demi jam,,
Detik demi detik,,
Telah berlalu…

Kisah sedih,,
Kebahagiaan ceria,,
Perjuangan berat,
Kemarahan sikap,,
Kenangan berharga,,
Mendewasakan hidup…

Langit putih berseri,,
Biru indah permai,,
Pelangi muncul memuji,,
Mentari hangat menari,,
Manusia bersorak-sorai,,
Semoga kemenangan menanti…

Sebelum hari itu datang,,
Umur kehidupan telah habis,,
Izrail memberi salam,,
Para penghuni langit menyambut,,
Kedatanganmu menuju Allah…

Berbuat baik,,
Beramal soleh,,
Memberi manfaat,,
Kebaikan dan inspirasi,,
Jadilah orang yang bertakwa dan beriman…

*Selamat ulang tahun, semoga menjadi orang yang soleh ya*

note: puisi ini dibuat sebagai kado ulang tahun untuk orang spesial ^-^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Segitu aja dulu antologinya, saya kumpulkan tidak hanya di file-file harddisk, tapi juga di buku dan sobekan kertas😛 . Kapan-kapan tar diposting klo ketemu lagi puisi yang pernah kubuat (tapi gak jamin, hehehe😀 ).

Yoi semoga terhibur dengan postingan kali ini. Silahkan diinterpretasikan menurut imajinasi masing-masing. Sampai jumpa di dimensi berikutnya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: