Menara Syah Bandar, Nasibmu Kini…

Belakangan ini Gedung DPR mengalami miring yang kemudian diisu-isukan sampai 7 derajat (klik saya). Jika memang benar miring 7 derajat, maka kemiringan DPR mengalahkan Menara Pisa yang ada di Italia, dimana kemiringannya bernilai 3.97 derajat :O . Woww.. kalau gitu mestinya Gedung DPR masuk ke nominasi 7 Keajaiban Dunia yang baru donk!

Tapi….. ternyata berita itu hanyalah isapan jempol sebab sebuah tim dari Geodesi ITB mengungkapkan fakta bahwa Gedung DPR itu sebenarnya miring sekitar 0,12 derajat (klik aku). Walau demikian pihak DPR bersikukuh untuk membuat gedung baru untuk menggantikan Gedung DPR tersebut yang sudah miring. Yang mana kemudian menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia sebab nilai pembangunan gedung baru DPR mencapai 1,8 triliun (!).

Padahal kalau saja orang-orang DPR itu tahu, di Jakarta Utara sebenarnya sudah ada bangunan yang kemiringannya lebih gede dari Gedung DPR, dan bangunan itu lebih layak untuk dipugar dan diperhatikan ketimbang membangun gedung DPR baru. Mengapa? Sebab bangunan tersebut didirikan pada tahun 1839.

Bangunan apakah yang sedang kita bicarakan? (jreeeenngg) Itulah dia Menara Syah Bandar yang berlokasi dekat dengan Pasar Ikan, VOC Galangan, dan Museum Bahari. Menara Syah Bandar ini merupakan satu kompleks dengan Museum Bahari.

Menara Syah Bandar

Menara Syah Bandar ini dahulu didirikan pada tahun 1839 oleh pemerintahan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) dalam rangka untuk mengawasi keluar masuknya kapal ke wilayah kali Ciliwung dari arah barat dan timur. Selain itu digunakan sebagai pemandu keluar-masuk kapal ke Batavia sebelum Pelabuhan Tanjung Priok dibuka pada tahun 1986 (klik ane).

Kalau boleh dibilang, menara inilah menara tertinggi pada masanya, sebab pada masa itu, belum ada gedung-gedung yang berlantai lebih dari dua lantai. Kalau sekarang tentu tak bisa dibandingkan dengan misalnya Gedung I BPPT yang berlantai 21😉 .

Menara Syah Bandar ini pernah dijadikan Kilometer 0, hal itu dibuktikan dengan adanya monumen Tugu Peringatan yang ditanda tangani oleh Gubernur Ali Sadikin. Memang dari kawasan Menara Syah Bandar inilah pada masa dahulu menjadi titik awal Batavia mulai berkembang sehingga meluas wilayahnya (klik gw). Sayangnya, patokan Kilometer 0 kini sudah dipindahkan ke Monas T_T .

Tugu Peringatan Kilometer 0

Saat saya datang ke kawasan Menara Syah Bandar ini, kondisinya agak baik namun di sana-sini cat sudah mulai terkelupas. Pada waktu itu menara ini masih bisa dimasuki hingga lantai dua saja, lantai teratas tidak boleh dimasuki, mungkin dengan alasan kuatir menara tersebut akan roboh. Entah sekarang, apakah masih boleh dimasuki atau tidak.

Meriam

Meriam

Di kawasan menara ini, terdapat sejumlah meriam yang masih cukup baik kondisinya walau agak karatan. Tapi saya gak tau apakah bisa dipergunakan untuk menembak atau gak hehehe😀 . Suasana alam lingkungan cukup asri dengan adanya pepohonan besar dan cukup indah namun sayangnya ada sampah-sampah di kali Ciliwung yang cukup mengganggu pemandangan, selain itu ada semacam warung di depan kompleks Menara Syah Bandar.

Kemiringan Menara Syah Bandar

Kemiringan Menara Syah Bandar

Mengenai kemiringan Menara Syah Bandar, bisa dilihat dari foto diatas, tampak miring ke arah Selatan (pada foto miring ke arah kanan). Nilai kemiringan menara itu katanya bernilai 2,5 derajat. Cukup besar jika dibandingkan Gedung DPR yang dihebohkan kalangan DPR itu.

Menurut hasil penelitian, penyebab kemiringannya itu adalah karena adanya kendaraan-kendaraan besar yang sering melewati selatan Menara Syah Bandar itu. Ada benarnya, sebab saat menengok menara tersebut, memang ada truk-truk tronton membawa muatan-muatan yang cukup besar yang sering melewati jalanan dekat menara tersebut. Hal itu bisa dimaklumi sebab kawasan Menara Syah Bandar memang dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Namun tidak bisa dimaklumi jika kendaraan-kendaraan berat itu masih terus melewati jalanan dekat kompleks menara putih merah itu (wuih.. jaman dulu udah ada simbol bendera merah putih di menara ini ya, bayangkan… jaman VOC loooh). Kalau hal itu diteruskan, bukan tak mungkin Menara Syah Bandar akan terus miring sehingga bernilai 90 derajat alias ambruk hancur.

Namun yang paling tidak bisa dimaklumi banget adalah… ulah anggota-anggota DPR yang hanya memperhatikan gedungnya sendiri yang miring sementara ada bangunan tua miring yang patut untuk diperhatikan, dihargai, dan dilestarikan (baca: Menara Syah Bandar). Bayangkan… dengan uang 1,8 triliun udah bisa melestarikan, merenovasi, dan mempercantik kompleks Menara Syah Bandar, dan saya kira masih ada sisa pula. Beginilah yang disebut wakil rakyat terhormat….

Apapun itu, marilah kita mendatangi kompleks Menara Syah Bandar, menara ini masih (sangat) layak untuk dikunjungi. Plus kita bisa mendatangi kawasan kota tua dan gedung tua lainnya yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, dan VOC Galangan yang letaknya memang dekat satu sama lain (bisa jalan kaki). Kawasan ini masih seperti keadaan jaman dulu, barangkali kalau didatangi bisa membayangkan seperti apa Batavia pada masa awal….

VOC Galangan

VOC Galangan

Mudah-mudahan dengan seringnya datang pengunjung (dan ramai) ke menara ini akan membuat DPR dan pemerintah kota DKI Jakarta lebih memperhatikan kondisi menara ini….. (I hope so…).

~~~

Menara Syah Bandar,,,

Merah putih…

Adakah itu melambangkan bendera Indonesia pada jaman dulu?

Pengawas…

Adakah masih difungsikan sebagai pengawasan?

Menara Syah Bandar,,,

Menonjol tinggi, dengan jarum di ujung…..

Cantik berseri, indah tersembunyi…..

Hidup hening, miring tak disadari…..

Menara Syah Bandar Dari Kejauhan

Menara Syah Bandar Dari Kejauhan

*UPDATE 19 Mei 2010*

Alhamdulillah ada perjalanan ke Menara Syah Bandar pada tanggal 18 Mei 2010. Acara dalam rangka Wisata Museum Senja dimana dilakukan perjalanan mengelilingi museum-museum disekeliling Kota Tua yang dimulai dari Museum Bahari sampai Museum Bank Mandiri. Acara ini diadakan dalam rangka merayakan Hari Museum Nasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei.

Dan… sudah mencoba menaiki menara sampai lantai atas pertama… terasa sekali miringnya.. badan rasanya kepingin bergerak otomatis ke arah dimana menara tersebut miring. Terasa sekali gaya gravitasinya gitu loh. Coba aja deh sendiri ^^” . Sayangnya masih tidak diperbolehkan menaiki lantai teratas.. barangkali memang untuk kebaikan menara dan kita bersama.

Ohya.. di lantai atas pertama, didalamnya terdapat info-info menarik mengenai Menara Syah Bandar, bahkan termasuk kemiringannya pula. Ayo kita kunjungi Menara Syah Bandar!!

=== Daftar Pustaka ===

1. Jalan-jalan dalam rangka Ekspedisi Marunda IV bersama Komunitas Historia Indonesia (KHI) pada tahun 2009.

2. Jalan-jalan dalam rangka Wisata Museum Senja bersama Komunitas Historia Indonesia (KHI) pada tahun 2010, Mei 18.

3. http://www.detiknews.com/read/2010/05/02/201446/1349680/10/agung-laksono-baru-tahu-gedung-dpr-miring-7-derajat-

4. http://properti.kompas.com/read/xml/2010/05/10/08535897/Hanya.Miring.di.Bawah.1.Derajat..Kok.DPR.Heboh.-12

5. http://www.tempointeraktif.com/hg/tata_kota/2010/03/01/brk,20100301-228933,id.html

6. http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/bangunan-cagar-budaya/177-jakarta-utara/797-kompleks-menara-syahbandar

7. http://oudbatavia.blogspot.com/2007/10/03-menara-syahbandar.html

8. http://fianmuse.blogspot.com/2009/07/menara-pisa-bukan-bangunan-termiring-di.html

6 Komentar (+add yours?)

  1. ellen
    Jul 09, 2010 @ 19:57:37

    whuih jd tambahan pgn wisata kota tua jakarta ni!!!
    org2 DPR mah ga kan pena sadar sampe kapan pun. kcuali klo uda kiamat kali. hahahahahahahahaha

    Balas

    • Arkden
      Jul 09, 2010 @ 20:00:45

      Hahaha iya tuh.. DPR emang nyebelin, tapi gapapa lah malah jadi inspirasi buat tulisan hehehe.. loh jadi saya mesti berterima kasih sama DPR dunk??😛

      Ayoo ke Kota Tua Jakarta~~! (malah promosi,, hehe)

      Balas

  2. kertaspasir
    Nov 27, 2010 @ 07:19:43

    cerita yg bagus kaya’ anak FISIP, btw mana royalti pemasangan fotonya?

    Balas

  3. kertaspasir
    Nov 27, 2010 @ 07:29:53

    tes

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: