Bifurkasi dan Imajinasi Film

Kuda-kuda itu berlari kencangnya. Membawa kereta yang berwarna hitam kelam, sekelam gulitanya malam itu. Terengah-engahlah dua kusir demi mencambuk kuda-kuda mereka agar berlari kencang. Tampaknya mereka sedang tergesa-gesa. Mengejar sesuatu.

Bayangan hitam muncul. Berlari bersembunyi. Segera memasuki suatu gedung. Seorang manusia. Dia mengendap-ngendap, lalu bersembunyi kala cahaya muncul menuju ke arahnya. Seorang penjaga rupanya. Penjaga itu tak dapat melihat gelapnya kamar tempat bersemayamnya sang penyusup.

“Puuu… tuuutt!!”. Tiba-tiba kamar itu berbau. “Busyet dah… bau kentoot.. siapa itu disana??!!”, teriak penjaga itu sambil menutup hidungnya dengan tangan kirinya. Tangan kanannya tampak merogoh-rogoh saku sambil menahan senter. Cahaya senter tampak bersinar seperti lampu gantung yang bergoyang.

“Hehe…. maaf pak.. ane dari tadi belum makan malam….belum lagi masuk angin”. Muncullah sesosok manusia bertopi hitam bundar dibalik semayamnya. “Huff bau banget… aduh susah mengambil pistolnya…!!”, kata hati sang penjaga.

Sebelum sang penjaga sukses mencabut pistolnya, kepalanya sudah keburu mencium lantai dan pingsan seketika. “Maaf pak atas baunya.. hehe.. duh harusnya ane makan dulu ya.. mana malam ini dingin banget..”, bisik manusia itu sambil membetulkan topinya yang miring. Lalu tinggallah dia menuju ke ruangan bawah tanah.

Dibawah tanah terdapat seseorang berjubah hitam. Berkomat-kamit dalam bahasa yang asing. Didepannya seorang wanita yang telentang. Memakai baju pengantin putih. Dan manusia bertopi hitam bundar itu sembunyi-sembunyi menyaksikannya di jendela.

Wanita itu tampak menahan-nahan. Orang berjubah itu masih tetap saja berkomat-kamit. Tiba-tiba meledaklah tertawa wanita itu. “He..he… hentikaan… geliii….”. Orang berjubah itu tetap saja berkomat-kamit. “Udah dung… kelitikan lo itu.. hahaha… geliiiyy..”.

Terdengar suara, “Kriuuuukkk.. brrr.. tut”. “Siapa itu diatas??!!!”, teriak penjaga berjubah hitam yang lain. “Holmes… makan malam dulu dong sebelum beraksi… bikin malu-maluin dengan perut keroncongmu itu. Bau lagi kentutmu”, sahut pemuda yang tiba-tiba muncul di sebelah manusia bertopi bundar itu. “Hehehe.. jadi malu Watson….”, bisik Holmes tersipu-sipu.

“Simpan malunya Holmes, mereka datang!!”. “Siap Wat–” Terdengar suara kentut disertai bau yang membuat kecoa sekalipun pingsan. “–son…. ehem.. maaf hehehe…”, sambung Holmes. “Duh Holmes……”, teriak Watson.

“Hei-hei Watson, paling gak semuanya dah pingsan tanpa kita perlu menggunakan tinju”. “Whaat??”. Dan benarlah apa kata Holmes, ternyata semuanya pingsan. Termasuk wanita dan pria berjubah itu. “Ck..ck..ck… Holmes. Terakhir kali kau makan apa?”. “Jengkol”. “Pantess”.

Gubrak! Terdengar pintu didobrak. Masuklah sekawanan polisi disertai inspektur polisi. “Kerja bagus Holmes, Watson. Dan semuanya!! Tahan orang itu!”. Sang inspektur memerintahkan jajaran kepolisian untuk menahan pria berjubah hitam itu sambil menutup hidungnya dengan jepitan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ehm… hehe cerita pembuka diatas itu sebenarnya adalah plesetan dari film Sherlock Holmes. Kenapa imej Sherlock jadi gitu? Tak lain tak bukan karena agak kecewa dengan bayangan Sherlock yang biasanya saat membaca kisah detektif Sherlock Holmes. Sherlock di film ini bukanlah Sherlock baik-baik. Ya udah sekalian aja saya rusak-rusakin imejnya heheh😀 .

Anyway, selain film Sherlock, saya sempat nonton juga Alice in Wonderland (AiW) karya Tim Burton. Sudah bisa ditebak, pasti filmnya bertema gothic, gelap-gelapan dan noir. Kan pak Burton pernah buat film terkenal dan legendaris, Edward Scissorhands yang juga melambungkan nama Johnny Depp yang juga gelap-gelapan dan agak gothic. Juga film Sleepy Hollow, yang juga dibintangin Johnny Depp yang filmnya mengikuti aliran gothic dan noir. Di AiW, Johnny juga ikut ambil bagian lagi.

Walau film AiW bertema cerita dongeng, filmnya sendiri gak cocok ditonton anak-anak karena ada adegan yang sadis. Saya sebetulnya lebih suka cerita AiW versi dunia dongeng, kendati film AiW Tim Burton sendiri ceritanya sekuel dari AiW dongeng. Yah agak sedikit keciwa juga. Tapi gapapa, setidaknya saya tahu akhir kisah kelanjutan Alice remaja (atau dewasa yah?) di dunia ajaibnya.

Selain AiW, saya nonton juga Robin Hood (RH) ala gladiator. Maklum yang main itu “mantan” Gladiator, Russel Crowe, makanya nontonnya serasa seperti pas nonton film Gladiator, cuman peranannya kali ini jadi seorang pencuri. Mungkin loh ya, Maximus dilahirkan kembali menjadi seorang pencuri terkenal di Inggris setelah terkenal di Roma hehehe😀 . Tapi gw agak keciwa pas nonton RH, pak Crowe mainnya gak secemerlang pas jadi Maximus di Gladiator. Huff…

Tapi selain itu semua, ada Avatar yang legendaris. Maklum yang ngebuat itu orang sama yang ngebuat film legenda: Titanic yaitu pak James Cameron. Gila keren banget tuh film, bener-bener orisinal ceritanya dan dunianya. Pantaslah diganjar penghargaan Oscar yang jumlahnya sama persis dengan Titanic (klo gak salah loh hehehe).

Tapi nonton dengan versi 3D? No no no, I say. True, best and good show, indeed. But, nonton dengan kacamata 3D? Gak banget. Apalagi saya ini pemakai kacamata sejati. Jadilah enam mata. Dua mata asli, dua lensa kacamata minus, dan dua lensa kacamata 3D. Gak enak banget nontonnya. Bener. Betul gambarnya seolah-olah seperti masuk ke dunia Avatar. Tapi dengan harga kenyamanan yang runyam, ribet, dan repot?

Akhirnya dicoba nonton dengan kacamata 3D saja, tentu dua mata asli dan dua lensa kacamata 3D. Hasilnya… burem hehe… yah maklum mataku minus. Dicoba pake kacamata dan mata asli saja, hasilnya… biasa aja, malah layar bioskop terasa aneh. Ada bayangan biru dan merah dimana-mana. Dicoba tidak pakai kacamata sama sekali…. hasilnya…. pengen nangis… mo nonton apa ga nih klo dilepas kacamatanya T_T .

Akhirnya…. diputuskan nonton pake dua kacamata yaitu kacamata minus dan kacamata 3D sekaligus, maklum sayang harga tiketnya kan mahal tuh :p . Kekurangan versi 3D lainnya yang cukup fatal: tidak ada subtitle. Jadi bagi yang gak bisa bahasa Inggris silahkan menikmati gambarnya yang indah dan cantik; gak usah nikmatin ceritanya. Selain kekurangan itu, klo pakai kacamata 3D, layar terasa jadi lebih kecil. Mendingan Nintendo 3DS aja deh, gak usah pake kacamata khusus dah dapat lihat 3D… loh kok OOT hehehe :p . Intinya, saya kapok nonton versi 3D, mungkin mesti pakai lensa kotak yah…. nonton kok mahal dan ribet… gak deh, saya gak mau nonton versi 3D.

===============================

“Tunggu!! Tunggu…. Jangan pergi dulu, Jacob!”, pinta Bella yang mulai memohon-mohon kepada Jacob untuk kali pertama. “Buat apa? Untuk alasan apa aku disini? Biarkan aku pergi!!”, seru Jacob penuh kekecewaan dan kekalahan. “Kau sangat berarti bagiku, jangan buat diriku terluka… kalau aku terluka, aku gak tahu…”, tangis Bella yang dipotong Jacob. “Alasan yang gak cukup kuat! Dan itu bukan alasan!!”, teriak Jacob dengan memalingkan mukanya.

“Jacob…. kau kan anjingku yang setia… bulu-bulumu menghangatkanku dikala aku kedinginan di tempat seperti ini. Jacob… Aku mohon…. kalau kau pergi, aku bakalan kedinginan….”, pinta Bella putus asa. “Hooohh…. jadi itu alasanmu ya!! Kau menerima lamaran si vampir sialan dan kemudian memanfaatkanku lagi!!! Tidak! Alasan itu memperparah ajah. Huff!!”, marah Jacob sambil meninju pohon cemara. Tampaklah cemara itu roboh dan salju pun mengalir bak air menari kebawah.

“Jacob!! Kau… kau… da.. dapat ijin untuk menciumku!!!”, teriak Bella dengan malu-malu. Jacob akhirnya menoleh kepalanya ke muka Bella. Lalu mereka berdua berdekatan. Degup hati berdetak kencang. Hawa dingin terasa mulai hangat. Mulut mereka mendekat… mendekat.. mendekat sehingga hidung bersentuhan. Snif..snif.. Jacob mencium bau mulut Bella.

“Bella… Kau habis makan jengkol ya?”, bisik lembut Jacob. “Eh… ehm… aa…”, gugup Bella. “Oke Bella, tapi maaf, alasan itu tidak cukup kuat untuk menahanku disini. It makes me sick!!! Aku lebih suka bau petai daripada jengkol. Sana menikahlah kau dengan vampir terkutuk itu!”, kata Jacob seraya menuruni bukit salju dengan kencangnya.

“Oh.. Jacob… hiks…”, lemas Bella. “Bella….”. Bella tiba-tiba terkejut dan menoleh ke arah suara yang dikenalinya. “Ed..Edward… kau… kau lihat tadi?”, sahut Bella dengan takut-takut. Dengan geram Edward mendesis, “Iya Bella, saya melihat semuanya. Bella!! Aku mempercayaimu, tapi kau mengkhianatiku dengan menciumnya!!”.

“Tap… tapi… Aku lebih mencintaimu darinya!!”. “Tidak Bella, kau pengkhianat!! Cincin ini, cincin ini kubuang!! Dan tidak ada pernikahan diantara kita!”. “Tidak Edward… jangan kau lakukan itu padaku,, please!!”. Edward tak memperdulikan Bella dan dia pun menghilang diantara hijaunya hutan dan putihnya salju.

Bella pun tertunduk lesu dan menjatuhkan diri di karpet salju. Teringat sinisme Leah, “Bella, teruslah menyakiti Jacob”. Dan teringat sikap kebencian Rosalie  terhadapnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sori buat penggemar Twilight Saga. Saya pendukung Jacob karena ikut simpati kepadanya. Dia terkena racun cinta terhadap Bella, sementara Bella sendiri lebih tertarik kepada si pucat Edward. Kisah Jacob benar-benar membuatku miris. Selain teringat kisah cintaku sendiri yang tak tercapai, melihat Bella yang tak tegas memilih membuatku gatal membayangkan imajinasi yang berbeda jauh daripada yang ada di film; Bella yang ditinggalkan dua orang yang dicintainya, hehe biar tau rasa *evil grin*.

Anyway, sebetulnya saya lebih suka di sisi aksi daripada cerita romansa Twilight Saga: Eclipse. Sisi romansanya buat saya muak, meminjam kata Jacob Black, “It makes me sick!”. Memang terasa sekali kegamangan dan keputus asaan serta depresinya Bella dalam memutuskan. Tapi entah kenapa ya.. klo melihat sisi romansanya, kok saya teringat kisah cinta sendiri, saya adalah Jacob-nya, Bella dan Edward, kau tau sendiri deh, klo gak tau silahkan tebak :p . Well, kisahnya udah lama kok, tapi yah bikin nyebelin.. loh kok malah curhat? Heheh😀 .

Anyway lagi, selain Eclipse, saya nonton film semarak dan ramai penuh warna ceria, Despicable Me. Untuk kali pertama di tahun 2010 ini, saya akhirnya bisa tertawa-tawa di bioskop. Bener. Film ini cukup menghibur banget setelah serangkaian film menyebalkan yang saya sebut diatas. Kendati gambarnya tidak ada yang spektakular macam Avatar, cerita bisa ditebak akhirnya, tapi gapapa lah, yang penting fungsi utamanya terpenuhi: menghibur🙂 .

Nonton apalagi yah? The Sorcerer’s Apprentice udah yang akhirnya gak berasa ceritanya. Toy Story 3 belum sempat nonton eh udah ditarik dari peredaran. Kata temen Inception bagus. Hm… kayaknya menjanjikan untuk memenuhi ekspektasi saya. Oke deh, tak coba nonton nanti. Ciao!! Have a nice day!🙂 .

4 Komentar (+add yours?)

  1. nini
    Nov 30, 2010 @ 16:49:35

    Imajinasimu terlalu tinggi..aku ga mudengg nehh haha

    Balas

  2. kertaspasir
    Jan 09, 2011 @ 13:29:13

    cerita sherlock&jacobnya jayus (sori…sadis gw komennya)
    analisa2 filmnya okeh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: