Belajar Snorkeling di Kepulauan Derawan (Part 2 – PTD Tarakan Derawan)

Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan

Oke setelah mengunjungi Pulau Tarakan, saatnya bersiap-siap menuju ke Kepulauan Derawan. Para peserta Batmus sudah begitu antusias menuju ke Derawan, kehadiran para peserta sendiri cukup mencolok di pelabuhan dengan memakai life jacket yang berwarna oranye. Nama pelabuhannya saya lupa, yang jelas dekat dengan Pasar Sebengkok Tarakan, yang menjual berbagai macam hasil laut utamanya ikan asin.

Pada keberangkatan ini, rombongan Batmus dibagi menjadi dua, kelompok manula (manusia lanjut usia) menaiki kapal ber-AC dan ada toiletnya, sedangkan kelompok manseda (manusia sedang usia) menaiki kapal non-AC dan ga ada toilet. Karena saya termasuk kelompok manseda, maka saya kebagian kapal non-AC… well seharusnya, kenyataannya saya malah masuk ke kapal ber-AC. Loh? Well karena kapal non-AC sudah penuh, kuatirnya Lagi

Menonton Teater Pertama Kalinya

Kemarin Jumat, tepatnya hari Jumat tanggal 3 Juni 2011, saya akhirnya mencoba menonton teater bersama sahabat ke Salihara di bilangan Pasar Minggu. Sebenernya sih motif utama menonton teater itu bukanlah teater itu, tetapi pada isi teater. Bingung? Sama, gw juga bingung dalam jelasinnya 😀 .

Awalnya dari membaca koran Kompas bertanggal 29 Mei 2011 dimana ada agenda Teater Satu yang menceritakan tentang pengurusan visa kedubes Amerika Serikat di Salihara yang penulisan naskah ditulis oleh Goenawan Mohamad. Hal ini membuat saya begitu antusias. Doushite? (mengapa?) pertama, tentang visa AS. Dulu setahun yang lalu saya pernah nganterin sahabat ke kedubes AS untuk mengurus visanya ke AS, saat anterin sampe ke depan kedubes AS, ane liat banyak orang yang antri. Selain itu, ane juga sering baca postingan blog orang tentang pengurusan visa AS yang ribet, ada cerita berhasil, ada pula cerita gagalnya. Ane juga mencari tahu bagaimana prosedur-prosedur mengurus visa AS yang ternyata ribet dan birokratif.

Segera setelah tau informasi teater ini, ane langsung kabarin ke sahabatku itu. Apalagi sahabatku ini termasuk yang gagal mendapat visa AS dan sempat terpukul karenanya, oleh karena itu siapa tau setelah menonton teater ini dia setidaknya bisa terbebaskan dari Lagi