Belajar Snorkeling di Kepulauan Derawan (Part 2 – PTD Tarakan Derawan)

Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan

Oke setelah mengunjungi Pulau Tarakan, saatnya bersiap-siap menuju ke Kepulauan Derawan. Para peserta Batmus sudah begitu antusias menuju ke Derawan, kehadiran para peserta sendiri cukup mencolok di pelabuhan dengan memakai life jacket yang berwarna oranye. Nama pelabuhannya saya lupa, yang jelas dekat dengan Pasar Sebengkok Tarakan, yang menjual berbagai macam hasil laut utamanya ikan asin.

Pada keberangkatan ini, rombongan Batmus dibagi menjadi dua, kelompok manula (manusia lanjut usia) menaiki kapal ber-AC dan ada toiletnya, sedangkan kelompok manseda (manusia sedang usia) menaiki kapal non-AC dan ga ada toilet. Karena saya termasuk kelompok manseda, maka saya kebagian kapal non-AC… well seharusnya, kenyataannya saya malah masuk ke kapal ber-AC. Loh? Well karena kapal non-AC sudah penuh, kuatirnya nanti malah tenggelam karena over-capacity. Hehe lumayanlah…

Perjalanan itu memakan waktu 4 jam ke Kepulauan Derawan. Sesampainya di Kepulauan Derawan, pulau pertama yang disinggahi adalah Pulau Derawan. Pulau ini akan menjadi tempat menginap rombongan kami. Namun berbeda dengan Pulau Tarakan, rombongan kini dibagi-bagi tempatnya karena penginapan memang terbatas kamarnya.

Pulau Derawan
Pulau Derawan

Alhamdulillah karena termasuk yang awal mendaftar dan membayar DP acara PTD ini, saya ditempatkan di penginapan dekat pantai, yang jendelanya menghadap pantai. Nama penginapannya adalah Cottage Beach Derawan, sedangkan penginapan lainnya adalah Penginapan Lestari. Lokasi Penginapan Lestari berada dekat pemukiman penduduk, agak jauh dari pantai.

Di hari pertama di Pulau Derawan, tidak ada kegiatan berarti memang kita dibebaskan untuk berkeliling atau mau apa aja di Pulau Derawan sampai makan malam. Ada yang jalan-jalan, ada yang sekedar berjemur di pantai, ada juga yang mau memancing ikan dan ada pula yang nongkrong di kursi tenda. Nah saya termasuk yang nongkrong di kursi tenda.

Pada nongkrong-nongkrong itu akhirnya pada membicarakan tentang snorkeling, saat ane ditanya apakah mau snorkeling atau tidak, saya jawab tidak bisa berenang. Kemudian dikasih tau bang Adep bahwa ada life jacket, jadi gapapa klo tidak bisa berenang nanti tinggal sewa alat snorkeling aja toh bang Adep juga ga bisa berenang (loh?😀 senangnya ada juga yang ga bisa berenang jadi ga merasa sendirian hehehe).

Ya sudah akhirnya saya memberanikan diri menyewa alat snorkeling di penginapan tersebut yang memang menyediakan alat-alat snorkeling yaitu kacamata renang yang sudah gabung dengan alat pernafasan, dan fin. Harganya termasuk mahal sih, Rp. 50.000 per hari dan itu semua sudah satu paket. Well gapapa mahal toh saya belum pernah snorkeling, saya mo coba ah, mumpung sudah ada di Pulau Derawan dan besok mau keliling pulau-pulau sekitarnya lagi.

Pantai Derawan

Pantai Derawan

Kemudian tahap awal mencoba snorkeling adalah di dekat sekitar pantai Derawan, untungnya ada teman yang mo coba snorkeling lumayanlah, klo misalnya ada apa-apa saya bisa minta bantuan. Setelah lepas baju dan pakai life jacket, celana hanya pakai celana pendek selutut (gak bawa baju renang, lagian ga punya juga :P), saatnya mulai beraksi.

Pertamanya pakai fin ke kaki, gunanya fin, kata teman, agar kalau berenang jalannya cepat; intinya memiliki daya dorong yang lebih kuat. Semakin panjang fin bisa semakin cepat renangnya dengan sedikit tenaga. Katanya sih, klo pake bahannya karet nanti enak pakainya, kalau pake plastik ga enak. Well, saya ikut aja apa katanya, secara dia lebih tau sementara saya pemula banget😀 . Btw, nama lain dari fin adalah kaki katak.

Peralatan Snorkeling

Peralatan Snorkeling

Lalu pakai kacamata renang yang disebut masker. Masker ini sudah ada alat pernafasan yang disebut snorkel. Masker ini kalau dipakai hidungnya otomatis tertutup rapat sehingga kita hanya bisa mengandalkan pernafasan melalui mulut, nah itulah gunanya snorkel untuk dipasang ke mulut. Saat memakai masker harus disesuaikan dengan bentuk mukanya, jika tidak nanti akan membuat sakit dibagian muka tertentu dan ada kemungkinan air bisa masuk.

Dari pengalaman snorkeling di 4 pulau, saya mengalami sakit di bagian atas hidung dan antara kedua alis serta sedikit pusing, kata teman yang liat ane setelah saya lepas masker, daerah muka itu sampe keliatan merah banget. Malah sempat jadi kapalan selama 4 hari, alhamdulillah hari ini sudah tidak kapalan lagi, fiuh.. klo sampe kapalan permanen nanti mungkin terlihat seperti manusia jaman purba dimana dahinya maju kedepan… oh tidaaak (sori lebay :D). Well sekurangnya semoga hal itu tidak terjadi lagi kedepannya dan juga kepada Anda, pastikan saat menyewa peralatan snorkeling untuk mengetes apakah cocok atau tidak dengan mukanya serta finnya juga.

Ohya, pastikan saat memakai masker snorkeling, rambut jangan ada yang masuk ke muka, karena kata teman hal itu bisa membuat air masuk kedalam masker. Well, karena pada waktu itu rambut saya termasuk gondrong (ceritanya lagi niru rambut ala anime-anime ituloh hehe), maka saya mesti menyisihkan waktu buat rapiin rambut saat memakai masker (kayak cewe aja mesti rapiin rambut dulu saat memakai masker).

Setelah memakai masker, saya mulai sesak napas…. loh kenapa? Itu karena saya tidak bernapas melalui mulut…. >o<” well karena belum terbiasa sih, saya mesti menunggu sekitar 2-3 menit baru bisa terbiasa. Setelah itu memakai snorkel dan dicoba bernapas… well, ga ada masalah. Nah saatnya mulai bersnorkeling!!!

Hm.. gak langsung terjun dulu, tapi turun tangga yang ada didermaga karena masih belum berani. Saat sudah menyentuh air, dan tangganya sudah habis, saya mencoba terapung dulu membiasakan diri. Disini saya agak susah membiasakan untuk bernapas melalui mulut, makanya saya ga jauh-jauh dari dermaga; masih pegangan gitulah.

Setelah sekitar 5 menit, barulah dicoba melepaskan dari pegangan lalu mulai melihat bawah laut. Awalnya takut, tapi demi melihat bawah laut, ane merasa takjub. Bukan karena bawah laut isinya indah semua (cuman pasir dan debu-debu serta sampah-sampah) tapi takjub karena inilah pertama kalinya saya berenaaaang😀 . Dan pertama kalinya saya snorkeling juga😀 … horeee sip sip dan subhanallah walhamdulillah adalah kata-kata yang saya ucapkan pertama kali saat melakukan itu semua😀 .

It's ME!

It's ME!

Tiba-tiba saya tertabrak dengan kaki salah seorang snorkeller (istilah saya buat yang melakukan snorkeling, entah istilah resminya apa yah…). Karena tertabrak itulah, ane jadi panik sampe mau bernafas dengan hidung gak di mulut, tentu saja saya tidak bisa bernafas, untungnya saya masih tidak jauh-jauh dari dermaga maka saya segera kesana cepat-cepat dan langsung melepas masker sesampainya di dermaga dan masih didalam air (belum naik tangga).

Setelah menenangkan diri, akhirnya mulai lagi snorkeling sambil liat-liat kedepan agar tidak tertabrak lagi. Kali ini mencoba untuk berenang agak jauhan sedikit sambil melihat-lihat bawah laut. Setelah beberapa menit lamanya, ane akhirnya mulai terbiasa dengan snorkeling, memang sih ane masih ada rasa paniknya tapi sekurangnya saya berhasil mengendalikan diri agar tidak mudah panik, karena sekalinya panik nanti tidak terpikirkan hal yang lain sehingga malah membahayakan diri seperti kejadian tertabrak kaki itu.

Snorkeller

Snorkeller

Dari pengamatan bawah laut, ada beberapa ikan-ikan yang sering saya temui dalam buku-buku tentang marines seperti ikan pipa (pipe fish), ikan community school seperti ikan teri tapi berkelompok dalam jumlah yang besar. Yang paling menarik dan mengesankan bagi saya di liburan PTD ini adalah saya melihat penyu yang sedang makan dibawah laut dan itu ada didepan saya!! Setelah penyu makan, dia pun berenang menuju ke arahku, kirain ane mo diapain sama penyunya, ternyata dia cuman numpang lewat, persis di sampingku. Rasanya takjub, begitu besarnya penyu dan dia dengan tenang dan anggunnya melewati ane begitu saja. Ha..haha… kirain ane mo diserang ghehehe… >.< .

Penyu

Penyu

Setelah terbiasa dan bosen liat pasir dan sampah, akhirnya saya pindah lokasi, kali ini ke dermaga yang terjauh dimana posisinya berada di tengah laut. Dari sini baru terlihat banyak terumbu karang yang indah dan cantik, serta banyak ikan-ikan yang bermukim disitu. Ada ikan berwarna biru cermerlang, merah gelap, adapula bintang-bintang dan bulu babi. Ada clown fish, butterfly fish, dan beberapa lagi yang saya ga tau namanya. Karangnya sendiri mayoritas berwarna coklat, hanya sejumlah sedikit yang berwarna biru dan merah menyala, bahkan warna hijau termasuk jarang sekali, ane hanya nemu satu. Dan tentu ada ganggang laut yang rata-rata berwarna coklat dan hijau gelap.

Dermaga Derawan

Dermaga Derawan

Tak terasa hari sudah sore, sekitar jam 5 sore waktu setempat (hp ane dah saya setting agar sesuai waktu setempat maksudnya sih biar ga bingung menentukan waktu solat setempat). Oiyah, hpnya tidak dibawa snorkeling, tentu aja kan tidak tahan air, ane bawa tas kecil yang dititip ke teman dan maaf tidak ada foto-foto terumbu karang bawah laut karena memang kameranya tidak mendukung air alias non-water-resistant. Agak iri juga melihat kawan-kawan lain pada potret-potret bawah laut, bahkan bergaya didalam laut…

Btw pas saat saya naik tangga dibawah air, tangan kanan saya terkena semacam benda tajam di tangga sehingga akhirnya terluka 3 jari, terlihat lukanya seperti kena silet. Saat dicari tau, ternyata di tangga ada semacam kerang-kerangan kerucut yang ujungnya cukup tajam. Wah harus hati-hati saat menyentuh tangga yang didalam air… T-T .

Saat berjalan kembali ke penginapan, saya melihat sekumpulan teman-teman Batmus yang sedang melihat di sisi kanan dermaga. Ada apa gerangan? Oh ternyata ada dua ekor penyu yang sedang memakan daun pisang. Ada penyu sisik dan satu lagi penyu polos putih bercak hitam yang tadi ane temui di bawah laut.

Sedang Makan

Sedang Makan

Hm.. tampaknya orang-orang sekitar memang sengaja kasih makan daun pisang, itu sebabnya mengapa ada daun pisang yang diikat dan dibiarkan mengambang di sepanjang dermaga (sekitar ada 2-3 ikat). tampaknya berhasil untuk menarik turis yang berminat (sekaligus menarik penyu). Anyway senang melihatnya cara mereka makan, mereka makannya bergantian, tidak rebutan dan tidak berantem pula.

Oke setelah sampai kamar, mandi, dan berpakaian rapi, karena masih sekitar jam 5:30 WITA, ane menyempatkan ke ujung dermaga menikmati sunset sekaligus berupaya kontak ke dunia luar, secara di Pulau Derawan sinyal Indosat tidak ada, anehnya hanya ada sinyal kuat di ujung dermaga, dimana nih slogan Sinyal Kuat Indosat??

Sundown in Derawan Island

Sundown in Derawan Island

Duduk sendirian di ujung dermaga, terasa begitu hening. Hanya ada suara laut yang berbicara dan angin yang berbisik lembut, langit pun menggelap menyisakan semburat cahaya indah yang menggetarkan. Subhanallah sungguh indahnya ciptaan-Mu, ya Allah…

—–

Hikmah hari itu: untuk snorkeling hanya butuh modal keberanian aja, ga perlu ahli berenang😛 .

2 Komentar (+add yours?)

  1. Berry
    Sep 29, 2015 @ 15:00:55

    Akhirnya ada ulasan tentang PTD Derawan 2011. makasih Yaya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: