Cerita Menarik di PTD Tarakan Derawan (Epilog)

Sebagai penutup perjalanan Plesiran Tempo Doeloe (PTD) Tarakan – Derawan, saya mau menceritakan cerita-cerita menarik selama perjalanan ini. Sengaja saya menjadikan postingan terpisah karena kalau dimasukkan kedalam posting bagian-bagian PTD Tarakan – Derawan terdahulu nanti menjadi tidak fokus dengan tema utamanya. Oke kita mulai saja ceritanya 😉 .

Dimulai dari perjalanan menuju ke jejeran meriam di bukit yang menghadap ke pantai (saya lupa nama tempatnya) dimana jalanannya utamanya berupa tanah liat yang agak berlumpur dan liat. Saat rombongan kendaraan (terdiri dari bus-bus dan minibus) hendak memasuki tempat situs, salah satu bus di depan rombongan terjebak tanah liat sehingga para peserta berjalan kaki menuju ke tempat situs.

Walau jaraknya masih jauh tapi para peserta tetap antusias dan semangat melihat-lihat berbagai meriam yang ada disitu tapi saat pulang para peserta mulai menampakkan rasa lelah dan kecapean. Alhamdulillah ada mobil sekelas jip yang akan mengantarkan peserta kembali ke tempat bus yang tadi berhenti, maka sebagian peserta yang kelelahan itu ramai-ramai menaiki mobil tersebut. Nah saat hendak berangkat ada yang bilang Lagi