Shin Zan Mono, Pendatang Baru Seorang Detektif

Shin Zan Mono

Shin Zan Mono

People lie… to escape from their sins, and to live their lives. A lie is a shadow of the truth. You should already know… that there is a predator among the residents of this town (Narator Shin Zan Mono).

Pada sebuah kota kecil terdapat seorang pendatang baru. Dia baru saja tiba di kota itu kemudian terjadi pembunuhan yang berlokasi di kota itu. Dia mengamati beberapa orang. Semua tampak mencurigakan. Terlebih beberapa orang itu berbohong maka dia memilih salah satu orang yang dicurigai untuk diburu kebenaran layaknya predator. Dia, detektif yang baru saja dipindahkan ke kota Ningyou-chou, ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan seorang wanita di kota tersebut.

Shin Zan Mono (新参者) yang berarti pendatang atau orang baru. Jadi cerita drama detektif Jepang yang bertotal 10 episode ini dipusatkan pada seorang pendatang baru yang ditugaskan di kota kecil bernama Ningyou-chou. Jangan salah, pendatang baru ini bukanlah orang yang baru bekerja sebagai detektif tetapi seorang detektif yang berpengalaman dan termasuk detektif yang diandalkan. Shin Zan Mono diangkat dari novel misteri berjudul sama yang ditulis oleh Keigo Higashino. Kekuatan cerita ini terletak pada kedalaman analisis penyelidikan sang pendatang baru dan interaksi antar karakter.

Detektif pendatang baru bernama Kaga Kyoichiro (Abe Hiroshi) adalah seorang yang sangat ahli dalam membaca karakter orang lain dan tidak mudah dibohongi. Apabila setelah ditanya olehnya lalu dia berbohong maka akan dikejarnya sampai dia mengatakan hal yang sebenarnya. Persis seperti kata narator drama di atas, seorang predator di antara penduduk kota. Kita tahu predator adalah mahluk buas yang akan memburu targetnya untuk dimangsa. Sama halnya dengan karakter Kaga, bak predator dia akan terus memantau dan memburu dengan berbagai pertanyaan lalu mematahkan pertahanan mangsanya sehingga dia mengatakan berita yang jujur.

Efek dari pertanyaan-pertanyaan Kaga yang cenderung memojokkan seringkali menimbulkan resistensi dari orang-orang yang ditanyai. Di drama akan terlihat berbagai macam konflik yang terjadi, seolah-olah kita melihat mereka sebagai pelaku pembunuhan seorang wanita bernama Mitsui Mineko (Harada Mieko) karena mereka ternyata memiliki kaitan langsung dengan Mineko serta memiliki motivasi yang memenuhi syarat sebagai tersangka. Menariknya segala konflik yang terjadi dapat diselesaikan oleh Kaga sehingga akhirnya yang terjadi adalah harmonisasi antar karakter yang sempat bertengkar. Prinsip chaos dan harmony telah diterapkan di drama ini.

Berbeda dengan drama Jepang serial detektif lainnya, misalnya Q. E. D. dan Kudo Shinichi e no Chousenjo (Challenge to Kudo Shinichi) yang setiap episodenya adalah satu kasus dan kasus itu diselesaikan dalam satu episode juga. Dalam Shin Zan Mono terdapat hanya dua kasus saja yaitu kasus pertama yang diselesaikan pada episode pembuka dan kasus kedua yang merupakan inti kasus utama drama ini. Setiap episode memiliki benang merah terkait kasus kedua tersebut. Kasus pertama adalah kasus kecelakaan yang diselesaikan dengan mudah oleh Kaga sedangkan kasus kedua diselesaikan berepisode demi episode sehingga menemukan titik terang penyelesaian kasus pembunuhannya.

Adegan Shin Zan Mono

Adegan Shin Zan Mono

Tentu tak lengkap rasanya jika penyelidikan hanya dilakukan oleh seorang detektif. Maka kita diperkenalkan partner detektif lainnya yang relatif muda bernama Matsumiya Juhei (Mizobata Junpei). Secara posisi organisasi kepolisian, Juhei adalah atasannya Kaga. Menariknya Juhei adalah saudara sepupunya Kaga. Sebuah relasi yang tak biasa dalam dunia detektif apalagi sang junior menjadi atasan sang senior. Selain Juhei ada Uesugi Hiroshi (Izumiya Shigeru), detektif senior yang sudah berpengalaman menjadi detektif selama lebih dari 20 tahun. Adapula boss mereka yang komikal bernama Kojima Kazumichi (Kimura Yuichi) dan wartawan yang sering disebut Kaga dengan sebutan wartawan kelas tiga, Aoyama Ami (Kuroki Meisa).

Walau bertema kasus pembunuhan, bukan berarti isi drama hanya melulu keseriusan dan ketegangan. Seandainya kalau demikian tentulah drama akan menjadi garing berasa hambar. Shin Zan Mono menyediakan hidangan yang kocak ala Abe Hiroshi yang selalu antri demi mendapatkan panganan Taiyaki atau kenaifan Juhei dalam penyelidikan atau adegan komikal sang boss Kojima yang apik diperankan Kimura Yuichi. Keceriaan, kesedihan, kemuraman yang ditampilkan oleh karakter-karakter pendukung drama ini yang banyak diperankan oleh pemain drama Jepang yang terkenal seperti Mukai Osami (menjadi Kiyose Koki), Miura Tomokasu (menjadi Kiyose Naohiro), Ishiguro Hideo, Natsukawa Yui, dan lain-lainnya.

Saran saya, siapkan tisu yang cukup sebagai persiapan menonton drama Shin Zan Mono ini. Karena setiap akhir penyelidikan Kaga selalu diakhiri adegan menyentuh yang mampu membasahi pelupuk mata sehingga tertumpah ke pipi. Dari semua episode yang paling mengharukan menurut saya adalah episode 8 karena itu siapkanlah sapu tangan alih-alih tisu karena dikhawatirkan akan banyak memenuhi tempat sampah.

Selain drama serial yang totalnya ada sepuluh episode, Shin Zan Mono juga menyertakan episode tambahan yang berjudul Akai Yubi. Episode ini menceritakan tentang kejadian yang dialami Kaga dua tahun yang lalu sebelum kepindahannya ke kota Ningyou-chou. Bisa dikatakan bahwa episode ini adalah prekuel dari Shin Zan Mono. Berbeda dengan episode biasa kali ini kita dibawa ke kota tempat tinggal Kaga dan bapaknya pun masih hidup. Selain itu suasana penceritaan bernuansa kelam dan serius. Menariknya kita akan melihat dari sudut pandang tersangka. Pada episode spesial ini, karakter yang terasa familiar adalah Ami, Juhei, dan Kaga, sisanya adalah sama sekali berbeda dengan episode sebelumnya.

Akhir sebuah kalimat, saya tutup dengan kata-kata Mineko Ami, “Mitsui Mineko Murder Case. Death of a newcomer (shinzanmono). Assigned detective is also a newcomer (shinzanmono). Kaga Kyoichiro. He’s an expert at reading people’s minds. But I know… there’s someone who’s mind he cannot read”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: