Kisah Penghapus Ajaib

Suatu hari, saat beberes kamar, saya menemukan benda karet yang permukaannya hitam keputih-putihan kumal. Benda itu adalah penghapus. Oleh kakak itu dibuang namun saya memungutnya. Sambil tersenyum saya teringat kisah masa lalu bersama penghapus karet yang dulunya berwarna putih dan gagah serta memiliki bungkusnya.

Kelas 4 SD, dimana sekolah baru dimulai pada siang dan selesai pada sore hari. Saya meminjam penghapus karet milik kakak karena tak punya penghapus di tempat pensil lagipula dia lebih sering memakai pulpen ketimbang pensil. Kendati kelas 4 SD sudah diperkenalkan untuk memakai pulpen namun saya lebih menyukai pensil karena dapat menghapus jika terjadi salah tulis.

Suatu waktu penghapus itu hilang setelah sekolah selesai. Sudah mencari-cari sampai melongok bawah kursi dan kolong meja namun tiada mendapatkan hasil. Pun bertanya ke teman-teman yang nihil hasilnya jua. Akhirnya saya pasrah dan berdoa, “Ya Allah temukanlah saya penghapus itu karena penghapus itu milik kakak yang harus saya kembalikan. Semoga Engkau memberi jalan penghapus itu untuk kembali ke saya, aamiin”.

Setelah beberapa lama menggunakan pulpen, akhirnya memakai pensil kembali di sela-sela ajaran guru di kelas. Saat ada kesalahan menulis saya meminjam ke teman barang penghapus. Saat diberi, segera sadarlah saya inilah penghapus yang hilang beberapa hari yang lalu. Saya bertanya ke pemilik penghapus itu, “Nemu penghapus ini di mana?”. Dijawab nemu di lantai. Ohlala, rupanya penghapus ini dipungut oleh teman dan subhanallah penghapus ini kembali ke saya dengan cara yang aneh. Ajaib!

Namun waktu telah membuat saya terlupa untuk mengembalikan penghapus milik kakak itu, akhirnya saya pakai terus menerus sampai kelas 6 SD. Anehnya, selama kurun waktu itu, penghapus saya sempat beberapa kali hilang dan beberapa hari pun kembali ditemukan. Padahal mulai pertengahan kelas 4 SD sudah mulai ada piket membersihkan lantai jadi ada kemungkinan penghapus masuk ke tong sampah. Tapi selalu ada saja caranya penghapus kembali ke tangan saya walau memerlukan waktu sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Ajaib!!

Coretan Gambar Penghapus

Coretan Gambar Penghapus

Saya tak ingat apakah waktu SMP pernah membawa penghapus ini ke sekolah yang jelas sangat teringat dalam benakku di kelas 3 SMA pernah membawa penghapus ini ke kelas. Saat itu sedang ada pelajaran matematika dimana biasanya saya menulis pakai pensil jadi kalau ada salah perhitungan bisa dihapus ketimbang pakai tipeks. Saat bubar pelajaran saya baru sadar bahwa penghapus yang saat itu sudah mulai kucel hilang dari kepemilikan saya.

Dengan penuh keyakinan, saya berdoa kembali kepada Tuhan, “Ya Allah, penghapus saya kembali menghilang. Temukanlah penghapus itu dan kembalikanlah kepada saya agar saya bisa mengembalikannya ke kakak karena penghapus itu milik kakak. Aamiin”. Alhamdulillah setelah mengamati lama-lama seseorang di sebelah saya, ternyata dia memegang penghapus yang sepertinya milik kakak. Saya bertanya kepadanya, “Anu, boleh pinjam penghapus?”. Setelah diamati, memang benar ini penghapusnya, kembali bertanya kepadanya, “Nemu di mana penghapus ini?”. Dijawab nemu di bawah kursinya.

Subhanallah walhamdulillah, penghapus ini kembali lagi ke saya setelah berhari-hari menghilang. Ajaib!!! Padahal modalnya hanya keyakinan dan berdoa saja, tidak banyak usaha seperti meminta bantuan teman-teman atau memanggil detektif apalagi memasang alat pelacak GPS. Penghapus itu tentu akhirnya saya kembalikan ke kakak setelah saya lulus SMA, well karena kealpaan saya baru pada saat itu bisa dikembalikan penghapusnya ke pemiliknya yang sebenarnya setelah bertahun-tahun dipegang saya.

Satu penghapus kecil kumal hitam ini benar-benar ajaib, benar-benar diberkahi Allah karena Dia berkenan untuk mengembalikan penghapus ini ke saya, berkali-kali setelah kehilangan berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Penghapus ini mengingatkan saya kembali tentang keyakinan yang sempat hilang setelah kuliah dan kerja. Anda hanya butuh yakin dan berdoa saja sepenuhnya kepada Allah, Dia akan memberi apa yang diyakini dan dipinta anda. Sesederhana itu. Hanya itu.

Terima kasih penghapus, jasamu tak tergantikan dengan cara apapun. Juga telah menginspirasi saya. Andai penghapus ini berbicara, kalimat pertama yang keluar darinya pasti memarahi saya karena lama mengembalikan…. well lupakan bagian terakhir ini hehehe ^^” …

1 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Bifurkasi Dua Peristiwa | Cerita Debu-debu Pasir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: