Mari Bermain Boardgame

Dulu, sekitar tahun 1994-1995, saya bermain permainan Ular Tangga bonus dari majalah Bobo dengan teman-teman. Konsep permainannya ular tangga dengan model perbankan. Ada ular yang akan membuatmu turun sekaligus terkena denda sejumlah uang. Ada pula tangga plus bonus hibah dari bank. Ada pula di kotak tertentu dikenai pajak. Tentu saja uangnya uang mainan bukan betulan. Uniknya ada teman yang sampai berutang karena duitnya habis demi mencapai petak finish. Hehe begitu banyak kenangan seru dan heboh kala itu. Jadi terkenang.

Untunglah rasa nostalgia itu bisa terpenuhi dalam acara Duniaku.net Checkpoint yang diadakan untuk merayakan International Tabletop Day pada tanggal 30 Maret 2013 lalu. Di dalam acara yang diadakan di kafe 1/15 Coffe, Gandaria, Jakarta Selatan ini digelar berbagai permainan boardgames dan cardgames. Acara yang dimulai jam 10:00 WIB sampai jam 22:00 WIB ini dipungut bayaran Rp. 50.000 sudah bebas bermain apa saja yang tersedia dan dapat makan siang serta teh dingin yang manis.

Event Duniaku.net

Event Duniaku.net

Karena suatu hal saya datang agak sore, sekitar jam 16:00 WIB, sudah tersaji banyak peserta yang asyik bermain dengan boardgames dan cardgames masing-masing. Melihat sekilas peserta, event ini dihadiri dari segenap lapisan usia, ada yang sudah bekerja, mahasiswa, bahkan orang tua. Bukan sembarang boardgames dan cardgames biasa karena merupakan produk luar negeri yang menawarkan berbagai macam tantangan dan seperangkat aturan bermain. Ada aturan yang terbilang mudah diikuti, adapula yang terlalu ribet untuk dijabarkan dalam briefing sederhana.

Briefing Singkat

Briefing Singkat

Boardgames adalah permainan yang berbasis papan dan pion-pion serta seperangkat aturan bagaimana cara bermain dan tujuan serta poin kemenangannya. Pernahkah Anda bermain catur? Yup, sebenarnya itu adalah salah satu dari boardgames. Pernah menonton Jumanji? Modelnya seperti itu hanya saja tentunya tidak membawa gajah, harimau, monyet hidup keluar dari boardgames. Jika pernah menonton anime atau membaca manga Hikaru no Go, maka permainan Go itu termasuk model boardgames.

Boardgame

Boardgames

Indonesia pun mempunyai boardgames namanya Congklak. Model permainannya menggunakan kerang-kerangan, batu-batuan, atau biji-bijian sebagai token. Token itu dikumpulkan lalu disebarkan satu-satu ke seluruh lubang searah jarum jam sampai terkumpul di satu lubang agak besar yang ada di ujung kiri. Pemenang diketahui dari token yang paling banyak yang terkumpul di lubang besar ujung kiri tersebut. Di Indonesia, Congklak adalah sebutan umum, di beberapa daerah permainan ini disebut Congkak, Dakon, Dentuman Lamban, Mokaotan dan sebagainya. Namun pada perhelatan itu tidak ada yang membawa Congklak.

Congklak

Congklak

Selain boardgames, ada cardgames yang menggunakan kartu-kartu. Modelnya seperti manga dan anime Yu-Gi-Oh!. Tentunya dengan seperangkat aturan bermain tersendiri sehingga permainan terasa seru dan menantang. Saya sempat mengamati jalannya permainan kartu bernama Elder Sign. Niatnya mempelajari cara bermain agar bisa ikut serta namun akhirnya dibatalkan saat ada kawan yang mengajak saya bermain sebuah boardgames Smallworld.

Smallworld

Smallworld

Aturan bermain Smallworld bisa dibilang mudah, dalam permainan ini kita berperan sebagai bajak laut yang akan menguasai wilayah-wilayah. Disebut pemenang jika pemain memiliki jumlah koin terbanyak. Menariknya bajak laut dapat diwakilkan beberapa mahluk yang berbeda-beda dengan keahlian yang berbeda-beda pula seperti Dragon yang dapat berjalan-jalan ke semua wilayah (normalnya hanya wilayah terdekat saja), Giant yang dapat menguasai wilayah berbasis gunung dengan mudah (hanya memakan satu token, normalnya butuh dua token), Amazon yang dapat memanggil empat pasukan tambahan, dan banyak lagi.

Keseruan bertambah saat wilayahmu tiba-tiba diserang pemain lain. Ada gumaman, geraman sehingga berbalas balik menyerang wilayahnya. Ketawa membucah saat dadu memberikan nilai null alias tidak bernilai apa-apa. Sampai akhirnya penentuan, saat putaran kedelapan, nilai harta koin yang terkumpul dihitung totalnya. Hasilnya saya termasuk peserta yang memiliki nilai terendah dari kelima pemain. Huff… tak apalah yang penting keseruannya telah didapati.

Atur Strategi

Atur Strategi

Setelah bermain Smallworld, diajak teman-teman main boardgame yang lain yaitu Chaos in the Old World. Boardgame ini berbeda dengan sebelumnya, kali ini diberikan seperangkat “undang-undang” peraturan yang ribet. Tidak benar-benar undang-undang sih, namun setiap putaran akan diberikan aturan permainan menurut kartu yang diambil. Pada permainan ini pemain berperan menjadi iblis yang berupaya mendominasi wilayah-wilayah sebanyak mungkin.

Untuk memenangkan permainan ini diberikan banyak jalan, ada yang perlu memutar dial sampai muncul tulisan “Winner”, ada pula langkah step sudah mencapai angka 50 atau lebih, atau saat kartu habis maka akan diambil jumlah step tertinggi. Menambah tingkat kesulitan permainan ini, setiap pemain diberikan peran iblis yang berbeda-beda, karena itulah aturan yang dikenakan juga berbeda-beda serta seperangkat kartu pendukung yang disesuaikan dengan peran iblis itu.

Chaos in the Old World

Chaos in the Old World

Sebetulnya sebelum bermain saya masih kurang mengerti dengan aturan dan jalannya permainan namun saya sanggupi saja ikutan bermain. Tadinya sudah terkumpul lima orang pemain namun satu pemain mengundurkan diri, mungkin karena aturan bermainnya yang sulit dimengerti. Singkat cerita permainan berlangsung bermodalkan empat orang dengan pionnya masing-masing.

Langkah awal saya memulai dengan bagus, hal ini ditandai langkah step sudah menjadi pemimpin dari ketiga pemain lainnya, padahal saya masih belum mengerti cara bekerja permainan ini. Sampai kemudian ada pemain baru yang ingin bergabung, sama seperti saya dia pun juga kurang mengerti alur kerja permainan boardgame tersebut.

Membaca Lawan

Membaca Lawan

Permainan di-reset kembali ke posisi step nol dan dimulailah permainan kembali. Permainan ini berlangsung lama sampai sekitar tiga jam lebih. Lamanya bukan karena prosedur tetapi penjelasan aturan-aturan yang ada di permainan tersebut. Banyak pemain yang bertanya-tanya tentang aturan main bahkan saya yang dari tadi mengamati berpikir keras mencerna penjelasan yang diberikan master boardgame (yang paham boardgame tersebut) sembari memikirkan strategi terbaik.

Sampai dua putaran, posisi step saya masih di langkah nol sementara posisi step yang lain sudah mencapai angka 10 ke atas. Saya terus mencoba lagi dan lagi sampai akhirnya mengerti alur dan cara bekerjanya. Lumayanlah sampai bisa terkejar bahkan menyusuli satu pemain. Tapi terlambat, pemain yang baru bergabung itu ternyata sudah mencapai langkah step ke-50, alias jadi pemenang. Bahkan double winner karena setelah kemenangannya, ada pemain lain yang memenangkan permainan via dial yang menunjuk ke arah “Winner”.

Grup Bermain

Grup Bermain

Sontak semuanya berdiri dan bertepuk tangan -tentu saja termasuk saya-. Permainan kali ini benar-benar sulit namun akhirnya berhasil dipahami walau di detik-detik terakhir bahkan pemain yang baru bergabung itu; yang banyak bertanya-tanya tentang jalannya permainan malah menang. Awesome dan luar biasa deh pokoknya. Permainan pun berakhir sekitar pukul 22:20 WIB, yup hanya tersisa boardgame ini yang main, yang lain sudah bubar.

Itulah keseruan pada acara event perdana Duniaku.net Checkpoint yang digelar bersama komunitas IndoBoardgames ini. Benar-benar mengasikkan, selain pikiran menjadi segar juga bertemu dengan orang-orang baru dan langsung merasakan keakraban dan keramahan bersama-sama. Yuk, mari bermain bersama!

Bidak

Bidak

———————————————————————————————————————————–

Referensi:

1. http://www.expat.or.id/info/congklak.html

2. http://en.wikipedia.org/wiki/Board_game

3. http://www.duniaku.net/2013/04/03/liputan-event-perdana-duniaku-checkpoint-international-tabletop-day/

4. http://www.kaskus.co.id/thread/50fa8b910176080c5c000021/mengenal-congklak

5. http://www.indoboardgames.web.id/

==========================================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: