Filosofi Program: Validasi Variabel

Anda hendak mememasukkan tanggal kelahiran ke pendaftaran sekolah yang ada di suatu situs. Dikatakan dalam situs tersebut format tanggal adalah DD/MM/YYYY dimana D adalah tanggal, M adalah bulan, dan Y adalah tahun. Anda memasukkan tanggal 10/90/1990 ke dalamnya, situs tersebut menampilkan pesan error yang menyatakan bahwa nilai bulan tidak boleh lebih dari 12. Bagaimana itu terjadi?

Pesan Error

Pesan Error

Situs itu sebenarnya adalah program yang terdiri dari berbagai macam instruksi untuk menjalankan suatu fungsi sehingga menghasilkan suatu keluaran yang diharapkan. Karena program mengharapkan agar hasil keluaran tanggal kelahiran adalah berformat DD/MM/YYYY dimana tanggal kelahiran Anda adalah 10/09/1990, namun pada praktiknya Anda salah memasukkan nilai bulan sehingga menjadi 10/90/1990. Program mengatakan nilai bulannya salah, bagaimana dia mengetahui hal tersebut?

Rupanya program melakukan validasi nilai-nilai yang disebut variabel dalam hal ini variabel Bulan. Program mengecek apakah nilai variabel Bulan masuk dalam jangkauan angka 1 sampai dengan 12. Jika nilai variabel Bulan masuk dalam jangkauan, maka dianggap nilai variabel tersebut sah. Jika tidak, program menganggap nilai variabel Bulan tidak diakui.

Validasi Variabel

Validasi Variabel

Sama halnya dengan manusia, manusia pun juga mempunyai ragam nilai-nilai. Ada nilai yang sudah ditetapkan Tuhan dengan pasti yaitu nilai benar atau salah. Ada pula nilai yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama yaitu undang-undang, hukum adat, label harga, tarif, dan sebagainya. Manusia harus melakukan validasi nilai untuk mengetahui apakah nilai-nilai tersebut benar atau salah, melanggar hukum atau tidak, harga barang sesuai atau tidak, berita yang diterima bohong atau tidak.

Sebutlah seseorang menyebarkan berita-berita yang nilai-nilai terkandungnya meragukan atau tidak divalidasi maka para manusia menganggap dia tak bisa dipercaya karena menyebarkan berita bohong. Seseorang diberi pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu tiga hari namun tidak menyelesaikannya tepat waktu, maka nilainya berkurang di mata atasannya.

Jika nilai variabel sabun cair yang harus dibeli dengan harga Rp. 15.000 maka harus dibayarkan Rp. 15.000 juga. Jika kurang maka tidak bisa membeli sabun cair tersebut, kalau memaksa beli dengan harga kurang dari itu maka status manusia itu berubah menjadi preman atau bahkan pencuri jika mengambil sabun cair tanpa membayar. Kesimpulannya, konsekuensi tidak memvalidasi nilai variabel, nilai harga diri manusia itu menjadi lebih rendah daripada sebelumnya.

Menghitung

Menghitung Dengan Tepat

Program pendaftaran sekolah lebih dipercaya karena hasil keluarannya bersifat pasti, dengan kata lain seluruh keluarannya bernilai sah karena program sudah melakukan validasi variabel sebelum menerima data. Jika program tidak melakukan validasi variabel maka hasil keluaran datanya tidak dapat dipakai dan diolah lebih lanjut karena datanya tidak sesuai dengan harapan.

Begitu juga manusia, akan lebih dipercaya jika sudah melakukan validasi variabel nilai yang didapatnya itu. Jika tidak dilakukan validasi variabel, maka apa yang dia buat akan cenderung tidak dipercayai. Laporan keuangan yang sudah disusun olehnya tidak akan dipercaya karena dicurigai angka-angkanya telah dimanipulasi. Tidak dipercaya mengirim logistik karena gagal mengirim logistik tepat waktu. Tidak dipercaya menjadi bendahara karena cenderung menghilangkan satu sen.

Demikianlah filosofi program. Apakah Anda sudah menerapkan filosofi program?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: