Keraton Langit

“Kau yakin mau ke sana, Fei?”.

Sambil berpijak pada rantai raksasa yang mengikat pulau keraton di langit, aku mencoba memastikan bahwa rantainya cukup stabil untuk dipanjat.

“Hei Fei… jawab dong…”.

“Iyaa… kita kan sudah susah payah sampai di sini, masak datang cuman melihat-lihat doang”, sahutku dengan kesal.

“Tapi Fei… kau tahu legenda yang diceritakan kakek bah…”.

“Iya tahu-tahu, gw sudah hapal legenda itu. Katanya ada banyak hantu penghuni keraton gitu kan? Masa bodoh, yang penting gw harus bisa melihat isi keraton kosong itu. Ren, lo klo takut ga usah ikutan deh”.

“Fei… dengarkan dulu Fei…” Lagi

Iklan

Tiga Kejadian Menarik

Beberapa waktu lalu ada yang komplain kenapa ciri khas blog ini hilang. Wha..? Nani desuka? Katanya keunggulannya adalah curhat empunya blog. Wew… Jaman telah berganti bung, itu jawabku. Setelah dipikir-pikir lebih dalam ternyata ada makna lebih jauh lagi. Barangkali ada orang yang melihat curhatan ane lalu kemudian dipelajari agar tidak mengulangi kesalahan seperti ane atau sekurangnya bisa mengetahui bahwa itu salah atau sebagai media untuk memperbaguskan diri. Setelah berpikir seperti ini, oke juga tidak ada salahnya toh tujuannya untuk membantu sesama biar menjadi lebih baik.

Karena sudah berlalu banyak kejadian menarik bagi saya dan kalau dijelaskan panjang lebar bisa berlembar-lembar untuk menulisnya jadi… saya pilih kejadian paling menarik. Tiga saja. Oke kita mulai cerita pertama, bahwa saya sering dikatakan orang lain bahwa saya keliatan Lagi

Tekhten Roo (Prolog)

Sebagai penjaga pintu antar dimensi, Rue merasa gelisah dan hampir-hampir tidak fokus dalam tugasnya. Dia telah mendapatkan pesan dari Raja Genesis bahwa dia akan mengunjungi lagi pintu antar dimensi untuk memasuki dunia Gaia. Namun kegelisahannya bukan karena kedatangan Raja Genesis tapi karena hal lainnya. Ya hal lainnya yang merupakan hal tabu bagi penjaga seperti dirinya.

Dia harus menyingkirkan hal itu demi keseimbangan dan kenetralan yang merupakan hal sakral bagi penjaga pintu antar dimensi. Jika tidak mampu maka posisinya akan terancam tidak hanya itu ruang pintu antar dimensi akan terjadi kekacauan sistem.

Semenjak hari dimana dia membuka pintu ke dunia Gaia untuk Raja Genesis dia telah bertemu dengannya. Seorang gadis penjual sayuran. Tampangnya mungkin tampak biasa bagi kebanyakan orang di dunianya namun Lagi

Seri Mahluk Fantasi: Kraken

Di samudra biru, berlayarlah sebuah kapal. Hari itu cuaca cerah, perairan tenang, angin pun tidak bertiup kencang. Para awak kapal melakukan aktifitas biasa-biasa saja.

Tiba-tiba ada sesuatu keluar dari lautan. Semacam tentakel. Tentakel itu menghantam layar, kemudian muncul tentakel-tentakel yang menghinggap bagian-bagian kapal. Beberapa tentakel itu melilit tiang-tiang layar kapal. Lalu mahluk bawah laut itu menarik kapal ke kedalaman laut. Entah bagaimana nasib para awak kapal itu, dimakan ataukah tenggelam.

Demikian ilustrasi bagaimana kapal diserang monster laut yang terkenal di kalangan para pelaut: Kraken. Kraken, monster laut Lagi

Cerita Menarik di PTD Tarakan Derawan (Epilog)

Sebagai penutup perjalanan Plesiran Tempo Doeloe (PTD) Tarakan – Derawan, saya mau menceritakan cerita-cerita menarik selama perjalanan ini. Sengaja saya menjadikan postingan terpisah karena kalau dimasukkan kedalam posting bagian-bagian PTD Tarakan – Derawan terdahulu nanti menjadi tidak fokus dengan tema utamanya. Oke kita mulai saja ceritanya 😉 .

Dimulai dari perjalanan menuju ke jejeran meriam di bukit yang menghadap ke pantai (saya lupa nama tempatnya) dimana jalanannya utamanya berupa tanah liat yang agak berlumpur dan liat. Saat rombongan kendaraan (terdiri dari bus-bus dan minibus) hendak memasuki tempat situs, salah satu bus di depan rombongan terjebak tanah liat sehingga para peserta berjalan kaki menuju ke tempat situs.

Walau jaraknya masih jauh tapi para peserta tetap antusias dan semangat melihat-lihat berbagai meriam yang ada disitu tapi saat pulang para peserta mulai menampakkan rasa lelah dan kecapean. Alhamdulillah ada mobil sekelas jip yang akan mengantarkan peserta kembali ke tempat bus yang tadi berhenti, maka sebagian peserta yang kelelahan itu ramai-ramai menaiki mobil tersebut. Nah saat hendak berangkat ada yang bilang Lagi

Menonton Teater Pertama Kalinya

Kemarin Jumat, tepatnya hari Jumat tanggal 3 Juni 2011, saya akhirnya mencoba menonton teater bersama sahabat ke Salihara di bilangan Pasar Minggu. Sebenernya sih motif utama menonton teater itu bukanlah teater itu, tetapi pada isi teater. Bingung? Sama, gw juga bingung dalam jelasinnya 😀 .

Awalnya dari membaca koran Kompas bertanggal 29 Mei 2011 dimana ada agenda Teater Satu yang menceritakan tentang pengurusan visa kedubes Amerika Serikat di Salihara yang penulisan naskah ditulis oleh Goenawan Mohamad. Hal ini membuat saya begitu antusias. Doushite? (mengapa?) pertama, tentang visa AS. Dulu setahun yang lalu saya pernah nganterin sahabat ke kedubes AS untuk mengurus visanya ke AS, saat anterin sampe ke depan kedubes AS, ane liat banyak orang yang antri. Selain itu, ane juga sering baca postingan blog orang tentang pengurusan visa AS yang ribet, ada cerita berhasil, ada pula cerita gagalnya. Ane juga mencari tahu bagaimana prosedur-prosedur mengurus visa AS yang ternyata ribet dan birokratif.

Segera setelah tau informasi teater ini, ane langsung kabarin ke sahabatku itu. Apalagi sahabatku ini termasuk yang gagal mendapat visa AS dan sempat terpukul karenanya, oleh karena itu siapa tau setelah menonton teater ini dia setidaknya bisa terbebaskan dari Lagi

Cerita Legenda Zodiak – Aries (Prolog)

Perang berkecamuk. Bintang-bintang berjatuhan. Kelap-kelip cahaya menyinari malam gelap gulita. Kabut kuning menyelimuti sebuah peradaban. Getaran bumi meraung-raung. Hawa panas terasa di sekitarnya. Adakah kedamaian di sana?

Enigma pun tersibak. Tampak dua tanduk melingkar. Berbulu putih kekuningan. Tangan dan kaki kekar dengan kuku yang tampak menyatu. Dialah Aries, yang sedang berjuang. Mempertahankan peradaban yang sedang diluluhlantakkan oleh kekuatan yang tak dikenal.

Panah-panah menghunjam. Bulu-bulunya bak wol dicukur. Lagi

Previous Older Entries