Keraton Langit

“Kau yakin mau ke sana, Fei?”.

Sambil berpijak pada rantai raksasa yang mengikat pulau keraton di langit, aku mencoba memastikan bahwa rantainya cukup stabil untuk dipanjat.

“Hei Fei… jawab dong…”.

“Iyaa… kita kan sudah susah payah sampai di sini, masak datang cuman melihat-lihat doang”, sahutku dengan kesal.

“Tapi Fei… kau tahu legenda yang diceritakan kakek bah…”.

“Iya tahu-tahu, gw sudah hapal legenda itu. Katanya ada banyak hantu penghuni keraton gitu kan? Masa bodoh, yang penting gw harus bisa melihat isi keraton kosong itu. Ren, lo klo takut ga usah ikutan deh”.

“Fei… dengarkan dulu Fei…” Lagi

Iklan

Tekhten Roo (Prolog)

Sebagai penjaga pintu antar dimensi, Rue merasa gelisah dan hampir-hampir tidak fokus dalam tugasnya. Dia telah mendapatkan pesan dari Raja Genesis bahwa dia akan mengunjungi lagi pintu antar dimensi untuk memasuki dunia Gaia. Namun kegelisahannya bukan karena kedatangan Raja Genesis tapi karena hal lainnya. Ya hal lainnya yang merupakan hal tabu bagi penjaga seperti dirinya.

Dia harus menyingkirkan hal itu demi keseimbangan dan kenetralan yang merupakan hal sakral bagi penjaga pintu antar dimensi. Jika tidak mampu maka posisinya akan terancam tidak hanya itu ruang pintu antar dimensi akan terjadi kekacauan sistem.

Semenjak hari dimana dia membuka pintu ke dunia Gaia untuk Raja Genesis dia telah bertemu dengannya. Seorang gadis penjual sayuran. Tampangnya mungkin tampak biasa bagi kebanyakan orang di dunianya namun Lagi

Menonton Teater Pertama Kalinya

Kemarin Jumat, tepatnya hari Jumat tanggal 3 Juni 2011, saya akhirnya mencoba menonton teater bersama sahabat ke Salihara di bilangan Pasar Minggu. Sebenernya sih motif utama menonton teater itu bukanlah teater itu, tetapi pada isi teater. Bingung? Sama, gw juga bingung dalam jelasinnya 😀 .

Awalnya dari membaca koran Kompas bertanggal 29 Mei 2011 dimana ada agenda Teater Satu yang menceritakan tentang pengurusan visa kedubes Amerika Serikat di Salihara yang penulisan naskah ditulis oleh Goenawan Mohamad. Hal ini membuat saya begitu antusias. Doushite? (mengapa?) pertama, tentang visa AS. Dulu setahun yang lalu saya pernah nganterin sahabat ke kedubes AS untuk mengurus visanya ke AS, saat anterin sampe ke depan kedubes AS, ane liat banyak orang yang antri. Selain itu, ane juga sering baca postingan blog orang tentang pengurusan visa AS yang ribet, ada cerita berhasil, ada pula cerita gagalnya. Ane juga mencari tahu bagaimana prosedur-prosedur mengurus visa AS yang ternyata ribet dan birokratif.

Segera setelah tau informasi teater ini, ane langsung kabarin ke sahabatku itu. Apalagi sahabatku ini termasuk yang gagal mendapat visa AS dan sempat terpukul karenanya, oleh karena itu siapa tau setelah menonton teater ini dia setidaknya bisa terbebaskan dari Lagi

Cerita Legenda Zodiak – Aries (Prolog)

Perang berkecamuk. Bintang-bintang berjatuhan. Kelap-kelip cahaya menyinari malam gelap gulita. Kabut kuning menyelimuti sebuah peradaban. Getaran bumi meraung-raung. Hawa panas terasa di sekitarnya. Adakah kedamaian di sana?

Enigma pun tersibak. Tampak dua tanduk melingkar. Berbulu putih kekuningan. Tangan dan kaki kekar dengan kuku yang tampak menyatu. Dialah Aries, yang sedang berjuang. Mempertahankan peradaban yang sedang diluluhlantakkan oleh kekuatan yang tak dikenal.

Panah-panah menghunjam. Bulu-bulunya bak wol dicukur. Lagi

Kompilasi Puisi Pendek

UNIT KECIL

Area 1 x 1 meter.
Jarak langkah.
Jangkauan tangan.

Ruangan besar,
Namun tetap 1 x 1 meter.
Kenapa rakus lebih dari itu?

Ruangan kecil,
Sebatas 1 x 1 meter.
Mengapa bakhil kurang dari itu? Lagi

Bifurkasi dan Imajinasi Film

Kuda-kuda itu berlari kencangnya. Membawa kereta yang berwarna hitam kelam, sekelam gulitanya malam itu. Terengah-engahlah dua kusir demi mencambuk kuda-kuda mereka agar berlari kencang. Tampaknya mereka sedang tergesa-gesa. Mengejar sesuatu.

Bayangan hitam muncul. Berlari bersembunyi. Segera memasuki suatu gedung. Seorang manusia. Dia mengendap-ngendap, lalu bersembunyi kala cahaya muncul menuju ke arahnya. Seorang penjaga rupanya. Penjaga itu tak dapat melihat gelapnya kamar tempat bersemayamnya sang penyusup.

“Puuu… tuuutt!!”. Tiba-tiba kamar itu berbau. “Busyet dah… bau kentoot.. Lagi