Ke Malaysia (lagi)

Jika pada postingan sebelumnya ditanggung akomodasinya oleh teman-teman yang ada di Malaysia maka pada perjalanan kali ini benar-benar murni direncanakan jauh-jauh hari, istilah kerennya backpacker. Jika pada kunjungan sebelumnya bertujuan untuk menyaksikan anak didik yang presentasi di seminar Kuala Lumpur, maka kunjungan kali ini bertujuan untuk menonton konser Distant Worlds di Kuala Lumpur (juga).

Lagi

PTD: Bung Karno di Preanger

Hari Sabtu tanggal 14 Juli 2012. Bangun jam 4:30 dini hari demi mempersiapkan diri menuju ke Parkir Timur Senayan. Ada apa gerangan? Ohlala, akan ada perjalanan ke Bandung dengan tema Bung Karno yang diadakan komunitas Sahabat Museum. Iya, berangkat harus pagi-pagi demi menghindari yang namanya macet di Bandung. Ada kabar juga klo sampai jam 6:30 tidak datang, bus ber-AC akan berangkat meninggalkan yang tidak datang tepat waktu. Lagi

Berziarah ke Kerkhof Tanah Abang

[Kleng kleng kleng kleng]

Lonceng berbunyi, segerombolan orang berpakaian hitam-hitam berjalan menuju ke rumah terakhir. Kereta kuda bak kereta kerajaan berwarna hitam berjalan membawa jenazah ke gerbang makam. Gerbang pun membuka dirinya untuk pendatang baru itu. Terdengar tepuk-tepukan kaki kuda menyambut sambutan dingin itu.

Kereta Kematian

Kereta Kematian

Lagi

Cerita Menarik di PTD Tarakan Derawan (Epilog)

Sebagai penutup perjalanan Plesiran Tempo Doeloe (PTD) Tarakan – Derawan, saya mau menceritakan cerita-cerita menarik selama perjalanan ini. Sengaja saya menjadikan postingan terpisah karena kalau dimasukkan kedalam posting bagian-bagian PTD Tarakan – Derawan terdahulu nanti menjadi tidak fokus dengan tema utamanya. Oke kita mulai saja ceritanya 😉 .

Dimulai dari perjalanan menuju ke jejeran meriam di bukit yang menghadap ke pantai (saya lupa nama tempatnya) dimana jalanannya utamanya berupa tanah liat yang agak berlumpur dan liat. Saat rombongan kendaraan (terdiri dari bus-bus dan minibus) hendak memasuki tempat situs, salah satu bus di depan rombongan terjebak tanah liat sehingga para peserta berjalan kaki menuju ke tempat situs.

Walau jaraknya masih jauh tapi para peserta tetap antusias dan semangat melihat-lihat berbagai meriam yang ada disitu tapi saat pulang para peserta mulai menampakkan rasa lelah dan kecapean. Alhamdulillah ada mobil sekelas jip yang akan mengantarkan peserta kembali ke tempat bus yang tadi berhenti, maka sebagian peserta yang kelelahan itu ramai-ramai menaiki mobil tersebut. Nah saat hendak berangkat ada yang bilang Lagi

Snorkeling 3 Pulau (Part 3 [Terakhir] – PTD Tarakan Derawan)

Pada perjalanan mengunjungi tiga pulau disekitar Pulau Derawan pihak panitia membagi menjadi dua rombongan yaitu rombongan yang berminat jalan-jalan mengelilingi pulau dan rombongan yang berminat snorkeling. Kenapa dibagi dua ya karena tentunya ada peserta yang tidak berminat snorkeling selain itu juga karena keterbatasan kapasitas kapal dan waktu.

Kapal PE (Presidium Express) dipilih untuk rombongan yang berminat jalan-jalan keliling pulau, sementara kapal terbuka non AC diperuntukkan rombongan yang mau snorkeling. Oleh karena saya termasuk salah satu anggota rombongan yang berminat snorkeling maka mau tak mau harus naik kapal non-ac. Loh? Ya karena sebenarnya saya ingin keliling pulau juga… 😛 . Ohya ada juga peserta yang ingin menyelam (scuba diving), sayangnya kapalnya yang dinaiki adalah kapal PE, padahal saya ingin melihat seperti apa sih menyelam itu secara langsung. Buat yang belum tahu, untuk bisa menyelam peserta diharuskan memiliki sertifikat menyelam yang sah dan berlaku, kalau tidak punya sertifikatnya, nelayan disana tidak akan melayani.

Oleh karena saya ikut rombongan snorkeling otomatis saya kurang tahu persis dipulau-pulau tersebut ada apa saja yang menarik untuk dijelajahi jadi Lagi

Belajar Snorkeling di Kepulauan Derawan (Part 2 – PTD Tarakan Derawan)

Kepulauan Derawan

Kepulauan Derawan

Oke setelah mengunjungi Pulau Tarakan, saatnya bersiap-siap menuju ke Kepulauan Derawan. Para peserta Batmus sudah begitu antusias menuju ke Derawan, kehadiran para peserta sendiri cukup mencolok di pelabuhan dengan memakai life jacket yang berwarna oranye. Nama pelabuhannya saya lupa, yang jelas dekat dengan Pasar Sebengkok Tarakan, yang menjual berbagai macam hasil laut utamanya ikan asin.

Pada keberangkatan ini, rombongan Batmus dibagi menjadi dua, kelompok manula (manusia lanjut usia) menaiki kapal ber-AC dan ada toiletnya, sedangkan kelompok manseda (manusia sedang usia) menaiki kapal non-AC dan ga ada toilet. Karena saya termasuk kelompok manseda, maka saya kebagian kapal non-AC… well seharusnya, kenyataannya saya malah masuk ke kapal ber-AC. Loh? Well karena kapal non-AC sudah penuh, kuatirnya Lagi

Menonton Teater Pertama Kalinya

Kemarin Jumat, tepatnya hari Jumat tanggal 3 Juni 2011, saya akhirnya mencoba menonton teater bersama sahabat ke Salihara di bilangan Pasar Minggu. Sebenernya sih motif utama menonton teater itu bukanlah teater itu, tetapi pada isi teater. Bingung? Sama, gw juga bingung dalam jelasinnya 😀 .

Awalnya dari membaca koran Kompas bertanggal 29 Mei 2011 dimana ada agenda Teater Satu yang menceritakan tentang pengurusan visa kedubes Amerika Serikat di Salihara yang penulisan naskah ditulis oleh Goenawan Mohamad. Hal ini membuat saya begitu antusias. Doushite? (mengapa?) pertama, tentang visa AS. Dulu setahun yang lalu saya pernah nganterin sahabat ke kedubes AS untuk mengurus visanya ke AS, saat anterin sampe ke depan kedubes AS, ane liat banyak orang yang antri. Selain itu, ane juga sering baca postingan blog orang tentang pengurusan visa AS yang ribet, ada cerita berhasil, ada pula cerita gagalnya. Ane juga mencari tahu bagaimana prosedur-prosedur mengurus visa AS yang ternyata ribet dan birokratif.

Segera setelah tau informasi teater ini, ane langsung kabarin ke sahabatku itu. Apalagi sahabatku ini termasuk yang gagal mendapat visa AS dan sempat terpukul karenanya, oleh karena itu siapa tau setelah menonton teater ini dia setidaknya bisa terbebaskan dari Lagi

Previous Older Entries